Senin, 06 April 2020

Catatan Tentang Masa yang Terisolasi

Bagian 1

Hari ini 6 April 2020, kurasa sudah sebulan lebih pasca lock down. Wabah Corona melingkupi seluruh hamparan dunia. Korban bertambah stiap hari, setiap hari juga ada berita pilu tentang jiwa-jiwa yang akhirnya berpulang, ada juga kabar bahagia kesembuhan pasien melawan virus yang bercokol dan memberi energi optimis bagi sebagian manusia. Ya sebagian, karena yang sebagian lagi kurasa agak pesimis karena menyerahkan hidup dan mati sepenuhnya di tangan Tuhan tanpa adanya ikhtiar. Padahal tahapan kewajiban manusia dalam menghadapi kehidupan ini ada 2 yaitu: ikhtiar baru kemudian tawakal. Selalu ada usaha sebelum hasil, dan selalu ada proses mempasrahkan diri sebelum mendengar kenyataan. 

Banyak hal berubah semenjak SARS-Cov 2 menyerang, tidak cuma di kota-kota besar, akan tetapi juga masuk ke wilayah kabupaten. Aku tinggal di Yogyakarta, di sebuah kamar kos lantai 3 di tepi jalan. Pada keadaan normal, suara kendaraan seringkali menggangguku 24 jam 7 hari dalam seminggu, belum orang-orang yang ngobrol di atas motor. Oh dude! ngapain coba ngobrol keras-keras di atas motor, bahkan kadang teriak-teriak. Sekarang? jangankan malam hari, siang dan sore pun sudah sangat jarang terdengar bunyi kendaraan, apalagi setelah portal samping kos ditutup. Setiap pagi aku bangun, kemudian duduk di dekat jendela sambil menatap jalanan, rasanya ada yang kurang, terlalu sunyi dan asing. Terkadang aku merasa seperti terdampar di kamar entah berantah saking asingnya. Biasanya jam 6-7 pagi tukang bakpau lewat dengan sirene khasnya, jam 11 giliran mobil tahu bulat, jam 13-14 muncul abang-abang jualan es, 17-18 lewat bakso atau mie ayam, jam 19-23 itu tampil mulai dari bapak tukang sate, wedang ronde sampai aneka rebusan vegetarian. Setalah Covid-19 menyebar, semua itu tidak ada lagi. Hanya sripit-sripit terdengar motor babang ojol saja. Ah ya para babang ojol ini lah menurutku yang paling terdampak adanya lock down karena berlakunya penutupan portal. Bayangkan daerah kosan mahasiswa yang penuh lika-liku, gang-gang yang bercabang, jalan buntu dan wilayah yang nampak mirip-mirip, apa ora mumet jon? kasian sih, kadang aku ga tega kalau mereka minta maaf berkali-kali, meski aku sebenernya sudah menunggu hingga kelaparan ditambah emosi. Kadang karena sudah keburu emosi dengan babang ojol akhirnya jadi aku kasih tip ovo ala kadarnya, itung-itung biar nambah pahala abis dapat dosa kesel-kesel sama orang. Aku yakin di masa sulit seperti ini kebaikan yang sangat sederhana pun terkadang sangat bernilai bagi orang lain. Ga cuma masa sulit sih, di hari-hari biasa pun hal semacam itu pasti berlaku.

Semoga dengan adanya pandemi ini semua menjadi sadar arti "menjaga, menghargai, dan berempati", jangan gara-gara si virus yang tak kasat mata biki kita menyerah, semakin berkeluh-kesah dan melupakan tentang menjadi manusia. Tetap semangat, Corona pasti berlalu.


#Luv-R

Rabu, 30 Oktober 2019

Masa Kecil Simbah di Bumiayu

Semua bentuk kehidupan pasti memiliki cerita didalamnya. Cerita-cerita tersebut dapat dijadikan pelajaran yang dapat kita ambil  hikmahnya. 
Di postingan saya kali ini akan menceritakan tentang kisah masa kecil simbah saya yang unik dan menarik. Saya sering membayangkan masa muda simbah yang sangat epic dan terkesan seperti hikayat kisah lama. Kalu dibayangkan mungkin agak aneh ya karena beda sekali kehidupan zaman dulu dengan sekarang. Jadi, selamat membaca dan mengambil hikmah :)

Simbah saya berasal dari Bumiayu, sebuah kota kecil di kabupaten Brebes. Beliau merupakan anak ke-2 dari 7 bersaudara, terlahir dari pasangan petani sederhana. Tanggal lahir simbah tidak diketahui secara pasti karena zaman dulu kan ga wajib bikin akte kelahiran. Biasanya bayi yang lahir zaman dahulu itu cara mengingat waktu kelahirannya menggunakan penanda sebuah kejadian, misal dibangunnya jembatan, adanya peristiwa alam, atau kejadian sosial seperti kelangkaan pangan dan sandang. Simbah lahir di zaman serba susah, ketika itu tentara Belanda masih bercokol di bumi pertiwi. Bisa dibilang simbah mengalami beberapa alih zaman, yaitu zaman Belanda, Jepang, masa pemberontakan G30S-PKI, orde lama, orde baru dan zaman millenial :D alhamduillah. 

Masa kecil simbah berada pada fase Indonesia di bwah cengkeraman Belanda. Pada masa itu keadaan rakyat pribumi meskipun susah akan tetapi masih bisa hidup tanpa terlalu tercekam karena di Bumiayu sendiri bukanlah medan perang, meski ada markas-markas pejuang dan tentara. Simbah kecil sering membantu berjualan tape singkong keliling kampung bersama kakaknya. Tape itu dibikin sendiri sama mbah buyut saya (ibunya simbah saya). Simbah memiliki perawakan sedang, berkulit sawo matang dan berambut panjang yang lurus, kalo dalam bahasa Jawa penampakan simbah itu disebut "pantes" (ideal, manis). Sementara kakak simbah yang juga perempuan berperawakan kurus, berkulit kuning langsat dan cantik. Kata simbah sih kakaknya ini pernah ditaksir sama tentara tapi dia ga mau :D Penampakan simbah yang paling khas adalah rambut panjangnya yang indah. Hal tersebut juga yang menyeret simbah dalam liku kehidupan yang dramatis.

Jadi, pada zaman Belanda itu nasib setiap pribumi selalu tidak pasti. Tidak adanya hukum yang sebagai payung perlindungan membuat kejahatan tidak bisa dicengkal. Bayangin aja, negeri kalian sedang dijajah tentara asing, terus kalian kemalingan duit dan perhiasan, mau lapor kemana coba? 
Paling tidak seperti itulah yang dialami juga oleh keluarga simbah saya. Di masa itu, pulau Jawa sering menjadi tempat singgah pedagang dari pulau lain. Nah, kebetulan di desa simbah juga ada pedagang yang berasal dari Ambon mampir kesitu. Suatu hari, si pedagang melintas di jalanan dekat rumah simbah, saat itu simbah lagi bermain sama teman-temannya. Si pedagang tiba-tiba terpukau melihat simbah yang "pantes" dengan rambut hitam panjangnya, dia mengamati dimana rumah simbah. Keesokan harinya, si pedagang mampir di rumah simbah. Dia "mojar" (bilang pada orang tua simbah) untuk membawa simbah ikut dengannya ke Ambon, dengan dalih pengen diangkat jadi anaknya. Untungnya saat itu simbah lagi main entah kemana jadi orang tua simbah menolak dengan alasan mau tanya ke simbah dulu, bersedia apa tidak. Nah akhirnya si pedagang tersebut pulang dengan masih menyisakan harapan. Orang tua simbah galau anaknya mau diambil orang, dibawa ke tempat yang sama sekali mereka tidak tahu. 

Beberapa waktu kemudian si pedagang kembali lagi ke desa simbah dan mengunjungi rumahnya, dengan maksud yang sama seperti sebelumnya. Saat itu dia lebih niat lagi usahanya yaitu dengan membawa buah tangan seperti kain, makanan dan minyak rambut. Simbah dan orang tuanya ketakutan, jadi sebelum si pedagang tersebut masuk ke dalam rumah simbah langsung sembunyi. Coba tebak, simbah sembunyi dimana di rumah yang sesempit dan sesederhana rumah "gethek" (anyaman bambu) zaman dulu?
Pedagang tersebut masuk ke rumah dan menanyakan keberadaan simbah. Lagi-lagi orang tua simbah mengelak dan bilang simbah lagi main sama teman-temannya. Si pedagang marah dan mengobrak-abrik rumah simbah. Namuunn,....simbah beneran tidak ditemukan di dalam rumah. Akhirnya si pedagang pergi dengan murka, buah tangannya dibawa lagi dong :D
Setelah pedagang tersebut pergi, keluarlah simbah dari tempat persembunyiannya. Ternyata simbah sembunyi di gulungan "gedek" yang biasa dipakai untuk atap rumah (seperti eternit tapi dari anyaman bambu). Syukur alhamdulillah si pedagang ga kepikiran buat memeriksa gulungan tersebut. Akhirnya simbah dan orang tuanga bisa bernapas dengan lega.

Ilustrasi gulungan gedek bambu

Untuk mengantisipasi diculik sama si pedagang pas simbah lagi di luar rumah, orang tua simbah memotong rambut simbah menjadi pendek :( . Bentuk pencegahan yang paling parah adalah simbah ga boleh sekolah, takut diculik di jalan :( . Simbah masih ingat betul rasa sedih ga diperbolehkan sekolah sama teman-teman, kakak dan adiknya. Kata beliau, karena kesal, beliau suka melemppar dinding rumah pake kerikil sambil nangis. Begitulah masa lalu simbah yang tidak pernah menyentuh bangku sekolah. Bayangin kalo misalnya pas pulang sekolah tiba-tiba ketemu si pedagang dan diculik kan ngeri. Nah, pasca dipotong pendek itu simbah sempat berpapasan dengan si pedagang, waktu itu simbah habis mengambil air pakai gentong di sumur, dari jauh dia sudah melihat si pedagang. Simbah langsung menunduk dan menutupi mukanya dengan rambut dan leher gentong sehingga si pedagang gak ngeh kalo yang lewat dadi bocah yang ingin dibawanya.

Akhirnya hingga sekarang simbah hidup di Bumiayu, tanpa mengenal baca dan tulis. Aku paling suka kisah simbah yang ini karena penuh deg-degan dengerinnya. Sekian kisah simbah saya waktu kecil, di postingan selanjutnya saya akan menceritakan tentang masa remaja dan dewasanya. Terimakasih sudah membaca :)

Kisah masa lalu menjadikan cerminan untuk selalu bijaksana menghadapi segala permasalahan hidup.
Sepira gedhene sengsara yen tinampa among dadi coba

Kamis, 03 Agustus 2017

Ayolah...cepat kelar Srip !

Taraaaa pukul 2.14 AM dan aku belum tidur. Ngapain sih? mikirin hal random lagi ? gak kok, tadi abis yah menunaikan tugas mahasiswa tingkat akhir yang terangkum epic dalam sebuah kitab berjudul SKRIPSI hohoho. Sebagai mahasiswa tingkat akhir pasti semua dilanda gundah gulana jika sudah dihadapkan permasalahan satu ini. Awalnya aku juga galau beudt gegara nyali udah ciut pas dapet dosen pembimbing yang katanya sih Moody-an banget, tiap kali bertemu beliau bawaannya deg-degan mulu. Etapiii setelah beberapa kali tatap muka dan saling memandang ternyata si dosen baiik banget kadang kalo abis curhat sama beliau jadi baper sendiri hehehe. Ah sudahlah yang namanya skripsi pasti berlalu kok...doain ya semoga bisa cepet sidang :') Aku diceritain ayah dulu pas skripsi kayak gimana. Yah secara beliau guru jadi skripsi ya melibatkan siswa sebagai objek juga, lah gueeee huhuhu pontang-panting di lapangan dari lereng gunung ke pantai, blusukan kemana-mana ala-ala pak presiden. Belum acara ngelab yang kalo orang ngapak bilang itu bikin mblenger wkwk. Lab..lab..dan lab. Oh hari-hariku selalu pakai jas putih yang entah terakhir dicuci itu kapan wkwk. Dilema awal dimulai ketika tanaman yang rencananya mau kuteliti lagi gak musim panen, haiissh pencarianpun dimulai, pokoknya nyari daerah yang si tanaman itu lagi panen, dimanapun akan kukejar. Tapi yang namanya tumbuhan ya lagi gak panen yaudah dimana-mana juga sama lagi berbunga-bunga dengan cantiknya. Okelah aku harus menunggu dengan sabar sambil sok-sokan tersenyum damai kalo ditanya penelitian udah sampe mana.
Finally setelah sabar dalam penantian panjang, si pohonpun panen. Aku diharuskan mencari empat tingkat pemasakan biji yang warna-warni. Yang bikin miris lagi adalah kenyataan kalo si tanaman yang daku teliti itu minim banget penelitiannya jadi pustaka yang diacu pun terbatas. Oke ! aku merasa keren karena meng-KEPO-in sesuatu yang antik dan jarang. Setelah sampling ambil sampel...dimulailah prosesi pengirisan dan pembuatan preparat dengan metode embedding. Jadi bagian tumbuhan yang mau diiris itu dimasukkan dalam paraffin untuk mempermudah proses pengirisan yang tebalnya kubuat 15 mikrometer saja. Ini aku yang ngiris-ngiris biji tapi kok rasanya hati ini yang teriris ya..perih ! karena beberapa kali proses pembuatan preparat itu gak semudah ketemu sama kamu #eh wkwk ( padahal ketemu sama kamu aja susah ya..perlu waktu 20 taun baru bertemu terus sok-sokan jadi ferslav -maapcurhatlagilabilsoalnya-). Bikin preparat itu bener-bener harus sabar, dilakukan dengan sepenuh hati dan dalam kondisi hati yang prima, btw ini beneran loh aku dibilangin gitu sama bu Laboran. Jadii buat kamukamu yang lagi patah hati apalagi lagi ngerasa ngenes mending jangan bikin preparat dulu, sonoo hatinya dibaik-baikin dulu biar hasil preparatnya bagus wkwk. Omong-omong aku potong-potong preparat daam kondisi hati yang bagus apalagi ditemani si Dia ( eh ) tapi hasilnya juga butuh sekitar 1.5 bulanan buat dapet hasil preparat yang lumayan :') ah yasudahlah yang penting itu udah kelar. Meski preparat acak-acakan, sel-sel ada yang pecah, pewarnaan kurang meresap dan penampakan yang kurang clear masih ditemui di preparatku :(
Setelah prosesi pembuatan preparat selesai dilanjut dengan kerempongan berikutnya yaitu seabreg pengujian fitokimia. Analisis kualitatif dan kuantitatif ini sebenernya karena aku sok-sokan aja pengen tau apa kandungan dari si kulit biji, kan kali aja kandungannya keren nanti bisa dimanfaatkan untuk kehidupan yang lebih baik kaan hehehe. Fokus penelitianku ini pada beragam senyawa antioksidan, you know lah ya yang namanya antioksidan itu buanyak banget ! jadi aku ambil beberapa yang biasanya banyak terkandung dalam tanaman, sebenernya cari aman sih karena kan belum ada penelitian sebelumnya.
 

Rabu, 03 Agustus 2016

ASIMILASI P DAN MANFAATNYA BAGI TUMBUHAN



BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang

Tanah dan air serta udara merupakan sumberdaya kehidupan. Tanah yang subur merupakan tempat hidup mikroorganisme yang baik. Selain itu, tanah yang merupakan sumber kehidupan yang baik adalah tanah yang subur, yaitu kemampuan atau kualitas suatu tanah dalam menyediakan unsur-unsur hara tumbuhan dalam jumlah yang mencukupi kebutuhan tumbuhan, dalam bentuk senyawa yang dapat dimanfaatkan tumbuhan, dan dalam perbandingan yang sesuai untuk pertumbuhan tumbuhan tertentu apabila suhu dan faktor-faktor pertumbuhan lainnya mendukung pertumbuhan normal tumbuhan. Dalam mempelajari ilmu fisiologi terutama fisiologi tumbuhan kita harus mengetahui apa saja yang diperlukan tumbuhan untuk kelangsungan hidupnya. Juga bagaimana bahan-bahan yang dibutuhkan tumbuhan tersebut dapat masuk dan terserap dengan baik kedalam tubuh tumbuhan.
Tanah dan nutrien adalah dua hal yang sangat essensial diperlukan tumbuhan selain faktor-faktor lain. Tanah dan nutrien adalah dua hal yang saling berkaitan satu sama lain. Tanah diperlukan tumbuhan sebagai tempat hidup (habitat) dimana tumbuhan tersebut ditanam. Namun yang tak kalah penting adalah unsur hara yang terkandung dalam tanah yang diperlukan tumbuhan sebagai nutrien untuk pertumbuhannya. Untuk memenuhi kebutuhan nutriennya, tumbuhan menyerap tanah yang mengandung unsur hara dengan berbagai proses. Unsur hara yang diserap juga dengan berbagai bentuk baik ion maupun molekul. Seperti manusia, tumbuhan memerlukan makanan yang sering disebut hara tumbuhan. Berbeda dengan manusia yang menggunakan bahan organik, tumbuhan menggunakan bahan anorganik untuk mendapatkan energi dan pertumbuhannya.
Setiap tumbuhan sedikitnya membutuhkan 16 unsur hara agar pertumbuhannya normal. Hara tersebut dapat berasal dari tanah maupun udara. Salah satu hara yang berperan penting bagi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan adalah fosfor karena termasuk hara makroesensial. Konsentrasi fosfor dalam tumbuhan umumnya antara 0,1% sampai 0,4%. Unsur fosfor terdapat di seluruh sel hidup tumbuhan yang menyusun jaringan tumbuhan seperti asam nukleat, fosfolipida dan fitin.
Asimilasi fosfor adalah salah satu proses yang sangat berperan pada metabolisme tumbuhan. Maka dari itu, penulis ingin mengetahui bagaimana asimilasi fosfor dan bagaimana manfaatnya terhadap tumbuhan.


B. Rumusan Masalah

       Asimilasi fosfor merupakan proses yang sangat berpengaruh bagi metabolisme tumbuhan. Maka, bagaimana proses asimilasi fosfor pada tumbuhan ? Apa manfaat asimilasi fosfor bagi tumbuhan ?



BAB II
ISI

A. Fosfor
Fosfor merupakan salah satu nutrisi utama yang sangat penting dalam pertumbuhan tumbuhan. Fosfor tidak terdapat secara bebas di alam. Fosfor ditemukan sebagai fosfat dalam beberapa mineral, tumbuhan dan merupakan unsur pokok dari protoplasma. Fosfor terdapat dalam air sebagai ortofosfat. Sumber fosfor alami dalam air berasal dari pelepasan mineral-meneral dan biji-bijian.
Fosfor adalah hara makro esensial yang memegang peranan penting dalam berbagai proses, seperti fotosintesis, asimilasi, dan respirasi. Fosfor merupakan komponen struktural dari sejumlah senyawa molekul pentransfer energi ADP, ATP, NAD, NADH, serta senyawa sistem informasi genetik DNA dan RNA (Gardner et al. 1985). Embleton et al. (1973) menyatakan bahwa P berperan dalam pertumbuhan tumbuhan (batang, akar, ranting, dan daun). Fosfat dibutuhkan oleh tumbuhan untuk pembentukan sel pada jaringan akar dan tunas yang sedang tumbuh serta memperkuat batang, sehingga tidak mudah rebah pada ekosistem alami (Thompson dan Troeh 1978, dan Aleel 2008).
Unsur fosfor diperlukan dalam pembentukan primordial bunga serta organ reproduksi, dalam pemasakan buah, pembentukan biji terutama pada tumbuhan serealia. Pada proses fisiologis tumbuhan, fosfat berperan sebagai sumber energi utama reaksi metabolisme dan biosintesis. Dalam proses glikolisis, pernafasan atau fotosintesis, energi ini dilepaskan dan digunakan untuk menyusun ikatan pirofosfat yang kaya energi. Fosfat berfungsi sebagai aktifator enzim yang mengatur proses-proses enzimatik dalam tumbuhan. Fosfat berperan dalam pembentukan asam nukleat (RNA dan DNA), menyimpan serta memindahkan energi ATP dan ADP, merangsang pembelahan sel dan membantu proses asimilasi dan respirasi (Poerwowidodo, 2000).
Unsur ini diserap oleh tumbuhan dalam bentuk ion H2PO4, HPO4 dan PO4. Diantara ke-3 ion ini yang lebih mudah diserap adalah ion H2PO4 karena bermuatan satu (valensi satu) sehingga tumbuhan hanya membutuhkan sedikit energi untuk menyerapnya esensialitas dari unsur ini adalah:
1.      Membentuk dalam penyusunan senyawa ATP yaitu senyawa berenergi tinggi yang dihasilkan dalam proses respirasi siklus kreb sehingga tumbuhan dapat melakukan semua aktifitas biokimianya seperti pembungaan, pembentukan sel, transpirasi, transportasi dan fotosintesus secara absorbsi.
2.      Membentuk senyawa fitin ( Ca-Mg-inositol-6P) yang terdapat dalam biji tepatnya dalam endosperm untuk proses perkecambahan.
3.      Membentuk DNA dan RNA untuk pembentukan inti sel
DNA Nukleotida
.
4.      Membentuk senyawa fosfolipid yang berfungsi dalam mengatur masuk keluarnya (permeabilitas) zat-zat makanan didalam sel dan merupakan bahan dasar dari bagian sel.
Kekurangan fosfat dapat mengganggu sistem fisiologis tumbuhan seperti pertumbuhan akar. Terhambatnya pertumbuhan akar turut mengganggu absorpsi unsur hara lain sehingga pertumbuhan tumbuhan menjadi terhambat. Namun kelebihan fosfat juga akan memberi dampak negatif karena membuat umur tumbuhan terlihat lebih pendek dibanding tumbuhan dengan kadar fosfat normal (Rosmarkam dan Yuwono, 2002).

B. Asimilasi Fosfor dan Peranannya pada Tumbuhan
       Fosfat yang diserap tanaman tidak direduksi, melainkan berada di dalam senyawa-senyawa organik dan anorganik dalam bentuk teroksidasi. Fosfor anorganik banyak terdapat di dalam cairan sel sebgai komponen sistem penyangga tanaman. Dalam bentuk organik, fosfor terdapat sebagai: (1) Fosfolipid, yang merupakan komponen membran sitoplasma dan kloroplas; (2) Fitin, yang merupakan simpanan fosfat dalam biji; (3) gula fosfat, yang merupakan senyawa antara dalma berbagai proses metabolisme tanaman; (4) Nukleoprotein, komponen utama DNA dan RNA inti sel; (5) ATP, ADP, AMP,dan senyawa sejenis, sebagai senyawa berenergi tinggi untuk metabolisme; (6) NAD dan NADP, merupakan koenzim penting dalam proses reduksi dan oksidasi; dan (7) FAD dan senyawa lain, yang berfungsi sebagi pelengkap enzim tanaman (Salisbury and Ross, 1995).
       Adenosin trifosfat (ATP) terbentuk melalui proses fosforilasi oksidatif pada asimilasi fosfat oleh tumbuhan. Fosfor yang di asimilasi menjadi ATP dengan cepat segera ditransfer melalui reaksi metabolik berikutnya menjadi berbagai macam bentuk fosfat dalam tanaman, diantaranya gula fosfat, fosfolipid, dan nukleotida.
       Asam deksiribonukleat (DNA) yang tersusun dari basa purin dan pirimidin, gula pentosa, dan fosfat berfungsi sebagai pembawa informasi genetik, sedangkan RNA sebagai penerjemah informasi dan keterlibatan lain dalam sintesis protein. NAD, NADP, dan FAD berlaku sebagai reduktan dalam sintesis senyawa-senyawa organik tumbuhan. Fosfor juga merupakan unsur penyusun fitin, yaitu bentuk utama fosfor yang tersimpan dalam biji. Substansi ini merupakan garam kalsium dan magnesium inositol asam heksafosfat, sedangkan fosfolipid merupakan bahan yang berperanan penting dalam mengatur permeabilitas membran sel dan pengangkutan ion (Salisbury and Ross, 1995).
       Soepardi (1983) mengemukakan peranan fosfor antara lain penting untuk pertumbuhan sel, pembentukan akar halus, dan rambut akar, memperkuat jerami agar tanaman tidak mudah rebah, memperbaiki kualitas tanaman, pembentukan bunga, buah dan biji serta memperkuat daya tahan terhadap penyakit.
       Melihat uraian di atas, makan kekurangan P pada tanaman akkan mengakibatkan berbagai hambtaan metabolisme, diantaranya dalam proses sintesis protein, yang menyebabkan terjadinya akumulasi karbohidrat dan ikatan-ikatan nitrogen. Kekurangan Fosfor pada tanaman dapat diamati secara visual, yaitu daun-daun yang tua akan mengalami kunguan atau kemerahan karena terbentuknya pigmen antosianin. Pigmen ini terbentuk karena akumulasi gula di dalam daun sebagai akibat terhambatnya sintesis protein. Gejala lain adalah nekrosis (kematian jaringan) pada pinggir atau helai dan tangkai daun, diikuti melemahnya batang dan akar tanaman.
       Proses asimilasi mencakup tiga hal yaitu, (1) fosfat anorganik diserap dan bergabung dengan molekul-molekul organik; (2) transfosforilasi; (3) fosfat atau pirofsofat dipecah lagi melaui proses hidrolisa maupun substitusi radikal organik.


BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan
                 Dari hasil-hasil yang di atas, dapat diambil suatu kesimpulan bahwa proses asimilasi mencakup tiga hal yaitu, (1) fosfat anorganik diserap dan bergabung dengan molekul-molekul organik; (2) transfosforilasi; (3) fosfat atau pirofsofat dipecah lagi melaui proses hidrolisa maupun substitusi radikal organik.
3.2  Saran
Untuk lebih memahami semua materi tentang pengaruh unsur P (organik) terhadap tanaman padi, disarankan para pembaca mencari referensi lain yang berkaitan dengan materi pada makalah ini.



DAFTAR PUSTAKA
Aleel, K.G. 2008. Phosphate Accumulation in Plant: Signaling. Plant. Physiol. 148:3-5
Embleton, T.W., W.W. Jones, C.K. Lebanauskas, and W. Reuther. 1973. Leaf Analysis as a
Diagnostic Tool and Guide to Fertilization. In W. Reather (Ed.). The Citrus Industry.  Rev. Ed. Univ. Calif .Agr. Sci. Barkely. 3:183- 210
Gardner, F.P., R.B. Pearce, and R.L. Mitchell. 1985. Physiology of Crop Plant. Alih bahasa.
            Susilo, H. 1991. UI Press. Jakarta. P. 455
Poerwowidodo. 2000. Telaah Kesuburan Tanah. Angkasa, Bandung
Rosmarkam, A. dan N. W. Yuwono. 2002. Ilmu Kesuburan Tanah. Kanisius, Yogyakarta.
Salisbury, F. B. dan C. W. Ross. 1995. Fisiologi Tumbuhan. Terjemahan D. R. Lukman dan
            Sumaryono. Penerbit ITB. Bandung.
Soepardi, G. 1983. Sifat dan Ciri Tanah. IPB. Bogor
Thompson, L.M. and F.R. Troeh. 1978. Soil and Fertility. New York, Mc Graw-Hill Book    
            Company.P. 368

Minggu, 29 November 2015

Kata Mama Tentang Jodoh

Haloo...wah sunday ceria nih hehe..ceria sih tapi belom mandi wkwk. Ceriyanya hari ini aku lagi bahagia kenapaa? Ya karena lagi bahagia aja hha gaje ya. Tapi sebenernya dibalik bahagia ini aku lagi makin galo bung :-(  kayaknya usia 20 rawan banget ngegalauin jodoh ya huhu. But kata mama jodoh itu ga boleh digalauin karena semua udah ditentukan-Nya. Mau deket ama siapa aja sekarang itu belom pasti jodoh kamu. Jadi yaa cerdas aja membentengi perasaan pada lawan jenis. Hoho..berat ya. Susah sih sebenernya upaya pembentengan diri itu apalagi kalo jantungmu berdebar gak selo kalo liat apa denger makhluk Allah yg kamu "suka". Oh no! This is difficult things to do keep calm and let it flow. Jadi gimana? Yaudah nunggu waktu, nunggu ketetapan Allah datang, nunggu..nunggu..nunggu apa lagi? Hikz... Susah emang buat diungkapkan. Yausudahlah ya..Sundayku jadi ternoda gegara perihal galau ini. Tapi ada satu perkataan mama yang lumayan bisa nenangin :"Siapapum dia nanti jodohmu, berdoalah semoga dia yang terbaik untukmu". Siapapun yeah siapapun. Entah itu kamu yang dekat disini atau dia yang jauh disana..maybe nobody know. 

Rabu, 25 November 2015

Beautiful Things

Dan sekali lagi ketika teringat laut dan langitmu kembali pikir ini melayang pada kenangan yang manis. Ketika kita berlari dan berpose di tepi pantai, meloncat menyambut ombak yang menggulung ke tepian. Menyapa orang-orang yang ramah dan berselendang di tepi lahan. Kita tertawa kita bersama mengagumi keindahan ciptaanNya. Ingatkah ketika kita membakar tengkong yang di temukan di pinggir jalan? Bagiku itu semua adalah hal yang sangat indah. 10 hari merajut bahagia di tanahmu, tanah sampi-sampi menarik bajak di sawah. Awal hari yang telat, mentari yang selalu malu menampakan sinarnya terlalu dini. Hari siang yang panjang semua kita isi dengan bahagia. Sarapan pagi diatas karang yang menjulang dan ombak yang menghantam ganas. Itu salah satu hari yang luar biasa bagiku. Banyak hal indah yang akan sangat panjang jika kutulis dalam lembar digital ini. Yang jelas aku sangat bersyukur pernah memiliki hari yang indah bersama denganmu. Kapan-kapan aku ingin kembali menembus hujan horizontal di jalanan Praya.
Teringat juga tentangmu, Aoki. Perkenalan yang tak terduga membawa diri pada pengalaman-pengalaman yang tak kalah manisnya. Menggerus jalanan neraka menuju surga. Tak banyak yang bisa kuceritakan dengan gamblang dalam laman ini karena semua terlalu manis sekaligus rumit.

Minggu, 22 November 2015

Siapalah Aku

Saat marah menghampirimu, saat sedih menenggelamkanmu, saat dilema menyesatkanmu. Sesungguhnya apa yang kau butuhkan ? Sebuah pelukan ? Kata-kata yang menenangkan ? Dan bagaimana jika yang kau dapatkan justru kata-kata yang menyakitkan? Emosi yang perlahan memanas? Aku tak mengerti kenapa ketenangan kadang sukar dicari. Ketika hari berubah menjadi gelap kadang yang kau butuhkan adalah mensyukuri hidup ini. Sujud yang panjang mungkin mengantarmu menyesap kedamaian dekat dengan-Nya. Tapi hati yang lemah seringkali tak paham makna bersyukur. Hati yang dalam proses perbaikan mudah terombang-ambing dalam dilema. Tahukah kau setiap manusia memiliki saat-saat mereka dilanda kegalauan yang bisa saja berujung salah memilih jalan. Pernahkah kau menitikkan air mata ketika malam menjelang dan kau mendapati pagi yang masih dengan air mata? Aku tau manusia biasa memang rentan saling menyakiti, apalagi seseorang yang asing dalam kehidupanmu dan berandai memilikimu. Kadang aku berpikir sudah pantaskah diri ini untuk berekspresi marah pada yang lain ? Aku ini siapa ? Dan kau ini siapa? Padahal kita sama-sama manusia yang takkan pernah sempurna. Seringkali kumerasa bersalah ketika marah menggelapkan hati untuk membenci seseorang. Kadang aku merasa sangat rendah ketika perasaanku dan keberadaanku ingin diakui. Memangnya aku siapa ? Memangnya aku pantas ? Tapi perasaan-perasaan itu sering muncul ke permukaan menjadikan emosi yang berujung sedih.  Disini aku merasa sangat tak adil. Egoku menyeruak ingin dimengerti tapi pikiranku berteriak untuk memahami. Kudengar sebuah perkataan bahwa wanita memiliki sembilan nafsu dan satu akal. Lalu kudengar pula pernyataan bahwa dengan satu akalnya wanita bisa mengendalikan sembilan nafsunya. Ya, aku hanya ingin percaya dan melakukan pernyataan itu dan ternyata sangat sulit. Aku berdoa semoga kuberuntung hari ini dan bisa bersyukur tiap hari.