Pernahkah teman-teman PINGSAN? Seberapa seringkah? Kenapa
bisa PINGSAN?
Kata orang-orang sih, alasan
terbanyak dan utama kenapa orang pingsan adalah karena kecapekan.Banyak orang,
entah disadari atau tidak, sering memaksa dan menggenjot tubuh mereka
sedemikian keras bisa lewat kerja ataupun olahraga sampai melebihi limit
kekuatannya, yang berakibat overload hingga hasilnya bisa ditebak: pingsan. Mungkin kalau mau mencari
perumpamaan, orang pingsan bisa disamakan dengan sebuah komputer yang dipaksa
untuk membuka terlalu banyak program yang berat, hingga melebihi kemampuan dan
kapasitas memorinya yang terbatas, dan akibatnya komputer tersebut menjadi
hang. Kalo komputer sih mudah mengatasinya. Tinggal tekan tombol 'reset' atau
cabut powernya, Tapi kalo manusia, hohoho… apakah semudah itu?
Kata orang-orang lagi, selain faktor
kecapekan, pingsan juga bisa disebabkan karena kepanasan, terjebak dalam ruang
tertutup hingga kekurangan oksigen, kaget atau terkejut. Selain itu faktor lain
seperti kurang darah, kurang tidur, kurang makan juga diyakini sebagai salah
satu faktor mengapa orang pingsan.Gejala pertama yang dirasakan oleh seseorang
sebelum pingsan adalah rasa pusing, berkurangnya penglihatan, tinitus, dan rasa panas. Selanjutnya, penglihatan orang tersebut
akan menjadi gelap dan ia akan jatuh atau terkulai. Jika orang tersebut tidak
dapat berganti posisi menjadi hampir horizontal, ia dapat mati karena efek trauma suspensi.
Pingsan Jangan Dianggap Remeh N
Kamu pernah pingsan? be carefull ! !
!
Menurut sebuah studi, orang yang pernah pingsan punya resiko kematian akibat serangan jantung 1,3x lipat dari yang tidak pernah pingsan. Sedangkan apabila riwayat pingsan tersebut benar-benar karena kelainan jantung maka peningkatan risiko kematian dalam satu tahun mendatang meningkat 2 kali lipat! Nah, sekarang Antum boleh menebak, kira-kira apa komentar kebanyakan orang ketika mendengar teman sekolah pingsan saat hendak berangkat skul pada pagi hari
kebanyakan orang mengatakan, dia pingsan coz belum sarapan alias lapar, kurang tidur, dan kecape'an, ada yang ngomong kalau itu gejala lemah jantung. Jadi hampir sebagian besar tidak memikirkan kelainan jantung sebagai masalah utama. Bagaimana menurutmu? Mungkin memang Andalah yang benar. Lhoooo, kok bisa? Apa pun jawabanmu, itu adalah salah satu diagnosis banding yang harus dipikirkan. Karena memang tidak mudah untuk mengetahui penyebab pingsan hanya dari data sekilas info apalagi gossip.
Menurut sebuah studi, orang yang pernah pingsan punya resiko kematian akibat serangan jantung 1,3x lipat dari yang tidak pernah pingsan. Sedangkan apabila riwayat pingsan tersebut benar-benar karena kelainan jantung maka peningkatan risiko kematian dalam satu tahun mendatang meningkat 2 kali lipat! Nah, sekarang Antum boleh menebak, kira-kira apa komentar kebanyakan orang ketika mendengar teman sekolah pingsan saat hendak berangkat skul pada pagi hari
kebanyakan orang mengatakan, dia pingsan coz belum sarapan alias lapar, kurang tidur, dan kecape'an, ada yang ngomong kalau itu gejala lemah jantung. Jadi hampir sebagian besar tidak memikirkan kelainan jantung sebagai masalah utama. Bagaimana menurutmu? Mungkin memang Andalah yang benar. Lhoooo, kok bisa? Apa pun jawabanmu, itu adalah salah satu diagnosis banding yang harus dipikirkan. Karena memang tidak mudah untuk mengetahui penyebab pingsan hanya dari data sekilas info apalagi gossip.
Mereka yang mudah pingsan kerap dianggap lemah
jantung. Apalagi jantungnya sering berdebar-debar. Padahal memakai baju dan
kerah ketat pun bisa berdampak buruk. Penyebab kejadian seseorang mudah pingsan
bisa disebabkan karena jantung yang kurang beres dan juga beberapa faktor dari
luar. Apalagi kalau kita tidak mempunyai riwayat kelainan jantung ataupun
faktor risiko penyakit jantung serta usia yang masih muda.
Sebagian besar kasus pingsan yang bukan karena kelainan jantung diketahui lebih disebabkan karena adanya hipersensitivitas vagus. Vagus adalah saraf otak ke sepuluh yang mensarafi organ bagian dalam tubuh dan sangat berpengaruh terhadap frekuensi detak jantung.
Pingsan berawal dari kecenderungan terkumpulnya sebagian darah dalam pembuluh vena bawah akibat gravitasi bumi. Hal itu menyebabkan jumlah darah yang kembali ke jantung berkurang sehingga curah darah ke jantung dan tekanan darah sistoliknya menurun. Untuk mengatasi penurunan tersebut, timbul refleks normal berupa bertambahnya frekuensi dan kekuatan kontraksi jantung untuk mengembalikan curah ke jantung ke tingkat semula.
Pada seseorang yang hipersensitif, bertambahnya kekuatan kontraksi itu justru mengaktifkan reseptor mekanik pada dinding bilik jantung kiri, sehingga timbul refleks yang menyebabkan frekuensi detak jantung menjadi lambat, pembuluh darah tepi melebar, dan terjadi tekanan darah rendah (hipotensi) sehingga aliran darah ke susunan saraf terganggu.
Sebagian besar kasus pingsan yang bukan karena kelainan jantung diketahui lebih disebabkan karena adanya hipersensitivitas vagus. Vagus adalah saraf otak ke sepuluh yang mensarafi organ bagian dalam tubuh dan sangat berpengaruh terhadap frekuensi detak jantung.
Pingsan berawal dari kecenderungan terkumpulnya sebagian darah dalam pembuluh vena bawah akibat gravitasi bumi. Hal itu menyebabkan jumlah darah yang kembali ke jantung berkurang sehingga curah darah ke jantung dan tekanan darah sistoliknya menurun. Untuk mengatasi penurunan tersebut, timbul refleks normal berupa bertambahnya frekuensi dan kekuatan kontraksi jantung untuk mengembalikan curah ke jantung ke tingkat semula.
Pada seseorang yang hipersensitif, bertambahnya kekuatan kontraksi itu justru mengaktifkan reseptor mekanik pada dinding bilik jantung kiri, sehingga timbul refleks yang menyebabkan frekuensi detak jantung menjadi lambat, pembuluh darah tepi melebar, dan terjadi tekanan darah rendah (hipotensi) sehingga aliran darah ke susunan saraf terganggu.
Pencegahan
pingsanO
Untuk mencegah agar jangan sampai pingsan, sewaktu gejalanya terasa masih ringan misalnya jantung terasa berdebar-debar, cobalah gerakkan tungkai atau kaki sambil sekali-kali batuk kecil. Adakalanya cara tersebut dapat dibantu lagi dengan mengalihkan perhatian kita sesaat.
Kalau dengan cara tersebut gejala tidak juga berkurang, tetapi justru mulai mengeluarkan keringat dingin dan kepala terasa melayang, lebih baik kita langsung jongkok, duduk, atau mencari tempat berbaring agar tungkai dapat dinaikkan lebih tinggi dari kepala. Biasanya dalam waktu singkat akan terasa lebih nyaman dan pulih kembali, apalagi kalau ditambah dengan minuman segar.
Pada umumnya orang yang jatuh pingsan pada muka / wajah akan terlihat pucat pasi. Orang yang pingsan butuh oksigen dan tempat teduh terlindung dari terik sinar matahari. Oleh sebab itu amankan penderita pingsan ke tempat yang teduh dan tidak kerumuni orang banyak yang menonton saja.
Untuk mencegah agar jangan sampai pingsan, sewaktu gejalanya terasa masih ringan misalnya jantung terasa berdebar-debar, cobalah gerakkan tungkai atau kaki sambil sekali-kali batuk kecil. Adakalanya cara tersebut dapat dibantu lagi dengan mengalihkan perhatian kita sesaat.
Kalau dengan cara tersebut gejala tidak juga berkurang, tetapi justru mulai mengeluarkan keringat dingin dan kepala terasa melayang, lebih baik kita langsung jongkok, duduk, atau mencari tempat berbaring agar tungkai dapat dinaikkan lebih tinggi dari kepala. Biasanya dalam waktu singkat akan terasa lebih nyaman dan pulih kembali, apalagi kalau ditambah dengan minuman segar.
Pada umumnya orang yang jatuh pingsan pada muka / wajah akan terlihat pucat pasi. Orang yang pingsan butuh oksigen dan tempat teduh terlindung dari terik sinar matahari. Oleh sebab itu amankan penderita pingsan ke tempat yang teduh dan tidak kerumuni orang banyak yang menonton saja.
Petunjuk
teknik menghadapi dan membantu orang yang pingsanB
- Untuk mengembalikan kesadaran orang yang mengalami
kepingsanan dapat menggunakan bau-bauan yang menyengat dan merangsang seperti
minyak wangi, minyak nyong-nyong, amoniak, durian dan lain-lain.
- Jika wajah orang pingsan itu pucat pasi maka sebaiknya
buat badannya lebih tinggi dari kepala dengan disanggah sesuatu agar darah
dapat mengalir ke kepala korban pingsan tersebut.
- Jika muka orang yang pingsan itu merah maka sanggah
kepalanya dengan bantal atau sesuatu agar darah di kepalanya bisa mengalir ke
tubuhnya secara normal.
- Apabila si korban pingsan tadi muntah, maka sebaiknya
miringkan kepalanya agar muntah orang itu bisa keluar dengan mudah sehingga
jalur penapasan orang itu bisa lancar kembali.
- Bila pakaian atau aksesoris yang dipakai di tubuh terlalu
ketat maka kita bisa mengendurkan agar darah dapat mudah mengalir dan korban
mudah bernafas serta udara bisa menyegarkannya. Harap jangan ditelanjangi atau
dilecehkan.
- Jika orang yang pingsan sudah siuman maka bisa diberi
minum seperti kopi atau teh hangat. Jika orangnya diabetes jangan diberi gula
dan jika orangnya masih belum kuat memegang gelas atau minum sendiri dengan
tangannya harap jangan diberi dulu agar tidak tersedak.
- Apabila tidak sadar-sadar dan berangsur-angsur membaik /
pulih maka sebaiknya hubungi ambulan atau dibawa ke pusat kesehatan terdekat
seperti puskesmas, klinik, dokter, rumah sakit, dsb agar mendapatkan perawatan
yang lebih baik.
- Perhatikan orang lain di sekitar korban, jangan sampai
harta benda milik orang yang jatuh pingsan tersebut raib digondol maling /
copet yang senang beraksi dikala orang lain sengsara. Perhatikan pula orang
lain yang membantu atau menonton korban, jangan sampai mereka kecopetan saat
serius membantu korban atau asyik melihat kejadian.
Nah,
lepas dari semua mekanisme yang sampai sekarang belum jelas benar, adalah
sangat perlu untuk tidak menganggap sepele kejadian pingsan pada seseorang.
Resiko kematian yang tinggi pada pingsan akibat kelainan jantung perlu
disingkirkan terlebih dulu, hingga terapi yang tepat bisa diberikan sejak dini.
Apabila ternyata jantung oke-oke aja, bukankah hati lebih tenang? J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar