Rabu, 03 Agustus 2016

ASIMILASI P DAN MANFAATNYA BAGI TUMBUHAN



BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang

Tanah dan air serta udara merupakan sumberdaya kehidupan. Tanah yang subur merupakan tempat hidup mikroorganisme yang baik. Selain itu, tanah yang merupakan sumber kehidupan yang baik adalah tanah yang subur, yaitu kemampuan atau kualitas suatu tanah dalam menyediakan unsur-unsur hara tumbuhan dalam jumlah yang mencukupi kebutuhan tumbuhan, dalam bentuk senyawa yang dapat dimanfaatkan tumbuhan, dan dalam perbandingan yang sesuai untuk pertumbuhan tumbuhan tertentu apabila suhu dan faktor-faktor pertumbuhan lainnya mendukung pertumbuhan normal tumbuhan. Dalam mempelajari ilmu fisiologi terutama fisiologi tumbuhan kita harus mengetahui apa saja yang diperlukan tumbuhan untuk kelangsungan hidupnya. Juga bagaimana bahan-bahan yang dibutuhkan tumbuhan tersebut dapat masuk dan terserap dengan baik kedalam tubuh tumbuhan.
Tanah dan nutrien adalah dua hal yang sangat essensial diperlukan tumbuhan selain faktor-faktor lain. Tanah dan nutrien adalah dua hal yang saling berkaitan satu sama lain. Tanah diperlukan tumbuhan sebagai tempat hidup (habitat) dimana tumbuhan tersebut ditanam. Namun yang tak kalah penting adalah unsur hara yang terkandung dalam tanah yang diperlukan tumbuhan sebagai nutrien untuk pertumbuhannya. Untuk memenuhi kebutuhan nutriennya, tumbuhan menyerap tanah yang mengandung unsur hara dengan berbagai proses. Unsur hara yang diserap juga dengan berbagai bentuk baik ion maupun molekul. Seperti manusia, tumbuhan memerlukan makanan yang sering disebut hara tumbuhan. Berbeda dengan manusia yang menggunakan bahan organik, tumbuhan menggunakan bahan anorganik untuk mendapatkan energi dan pertumbuhannya.
Setiap tumbuhan sedikitnya membutuhkan 16 unsur hara agar pertumbuhannya normal. Hara tersebut dapat berasal dari tanah maupun udara. Salah satu hara yang berperan penting bagi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan adalah fosfor karena termasuk hara makroesensial. Konsentrasi fosfor dalam tumbuhan umumnya antara 0,1% sampai 0,4%. Unsur fosfor terdapat di seluruh sel hidup tumbuhan yang menyusun jaringan tumbuhan seperti asam nukleat, fosfolipida dan fitin.
Asimilasi fosfor adalah salah satu proses yang sangat berperan pada metabolisme tumbuhan. Maka dari itu, penulis ingin mengetahui bagaimana asimilasi fosfor dan bagaimana manfaatnya terhadap tumbuhan.


B. Rumusan Masalah

       Asimilasi fosfor merupakan proses yang sangat berpengaruh bagi metabolisme tumbuhan. Maka, bagaimana proses asimilasi fosfor pada tumbuhan ? Apa manfaat asimilasi fosfor bagi tumbuhan ?



BAB II
ISI

A. Fosfor
Fosfor merupakan salah satu nutrisi utama yang sangat penting dalam pertumbuhan tumbuhan. Fosfor tidak terdapat secara bebas di alam. Fosfor ditemukan sebagai fosfat dalam beberapa mineral, tumbuhan dan merupakan unsur pokok dari protoplasma. Fosfor terdapat dalam air sebagai ortofosfat. Sumber fosfor alami dalam air berasal dari pelepasan mineral-meneral dan biji-bijian.
Fosfor adalah hara makro esensial yang memegang peranan penting dalam berbagai proses, seperti fotosintesis, asimilasi, dan respirasi. Fosfor merupakan komponen struktural dari sejumlah senyawa molekul pentransfer energi ADP, ATP, NAD, NADH, serta senyawa sistem informasi genetik DNA dan RNA (Gardner et al. 1985). Embleton et al. (1973) menyatakan bahwa P berperan dalam pertumbuhan tumbuhan (batang, akar, ranting, dan daun). Fosfat dibutuhkan oleh tumbuhan untuk pembentukan sel pada jaringan akar dan tunas yang sedang tumbuh serta memperkuat batang, sehingga tidak mudah rebah pada ekosistem alami (Thompson dan Troeh 1978, dan Aleel 2008).
Unsur fosfor diperlukan dalam pembentukan primordial bunga serta organ reproduksi, dalam pemasakan buah, pembentukan biji terutama pada tumbuhan serealia. Pada proses fisiologis tumbuhan, fosfat berperan sebagai sumber energi utama reaksi metabolisme dan biosintesis. Dalam proses glikolisis, pernafasan atau fotosintesis, energi ini dilepaskan dan digunakan untuk menyusun ikatan pirofosfat yang kaya energi. Fosfat berfungsi sebagai aktifator enzim yang mengatur proses-proses enzimatik dalam tumbuhan. Fosfat berperan dalam pembentukan asam nukleat (RNA dan DNA), menyimpan serta memindahkan energi ATP dan ADP, merangsang pembelahan sel dan membantu proses asimilasi dan respirasi (Poerwowidodo, 2000).
Unsur ini diserap oleh tumbuhan dalam bentuk ion H2PO4, HPO4 dan PO4. Diantara ke-3 ion ini yang lebih mudah diserap adalah ion H2PO4 karena bermuatan satu (valensi satu) sehingga tumbuhan hanya membutuhkan sedikit energi untuk menyerapnya esensialitas dari unsur ini adalah:
1.      Membentuk dalam penyusunan senyawa ATP yaitu senyawa berenergi tinggi yang dihasilkan dalam proses respirasi siklus kreb sehingga tumbuhan dapat melakukan semua aktifitas biokimianya seperti pembungaan, pembentukan sel, transpirasi, transportasi dan fotosintesus secara absorbsi.
2.      Membentuk senyawa fitin ( Ca-Mg-inositol-6P) yang terdapat dalam biji tepatnya dalam endosperm untuk proses perkecambahan.
3.      Membentuk DNA dan RNA untuk pembentukan inti sel
DNA Nukleotida
.
4.      Membentuk senyawa fosfolipid yang berfungsi dalam mengatur masuk keluarnya (permeabilitas) zat-zat makanan didalam sel dan merupakan bahan dasar dari bagian sel.
Kekurangan fosfat dapat mengganggu sistem fisiologis tumbuhan seperti pertumbuhan akar. Terhambatnya pertumbuhan akar turut mengganggu absorpsi unsur hara lain sehingga pertumbuhan tumbuhan menjadi terhambat. Namun kelebihan fosfat juga akan memberi dampak negatif karena membuat umur tumbuhan terlihat lebih pendek dibanding tumbuhan dengan kadar fosfat normal (Rosmarkam dan Yuwono, 2002).

B. Asimilasi Fosfor dan Peranannya pada Tumbuhan
       Fosfat yang diserap tanaman tidak direduksi, melainkan berada di dalam senyawa-senyawa organik dan anorganik dalam bentuk teroksidasi. Fosfor anorganik banyak terdapat di dalam cairan sel sebgai komponen sistem penyangga tanaman. Dalam bentuk organik, fosfor terdapat sebagai: (1) Fosfolipid, yang merupakan komponen membran sitoplasma dan kloroplas; (2) Fitin, yang merupakan simpanan fosfat dalam biji; (3) gula fosfat, yang merupakan senyawa antara dalma berbagai proses metabolisme tanaman; (4) Nukleoprotein, komponen utama DNA dan RNA inti sel; (5) ATP, ADP, AMP,dan senyawa sejenis, sebagai senyawa berenergi tinggi untuk metabolisme; (6) NAD dan NADP, merupakan koenzim penting dalam proses reduksi dan oksidasi; dan (7) FAD dan senyawa lain, yang berfungsi sebagi pelengkap enzim tanaman (Salisbury and Ross, 1995).
       Adenosin trifosfat (ATP) terbentuk melalui proses fosforilasi oksidatif pada asimilasi fosfat oleh tumbuhan. Fosfor yang di asimilasi menjadi ATP dengan cepat segera ditransfer melalui reaksi metabolik berikutnya menjadi berbagai macam bentuk fosfat dalam tanaman, diantaranya gula fosfat, fosfolipid, dan nukleotida.
       Asam deksiribonukleat (DNA) yang tersusun dari basa purin dan pirimidin, gula pentosa, dan fosfat berfungsi sebagai pembawa informasi genetik, sedangkan RNA sebagai penerjemah informasi dan keterlibatan lain dalam sintesis protein. NAD, NADP, dan FAD berlaku sebagai reduktan dalam sintesis senyawa-senyawa organik tumbuhan. Fosfor juga merupakan unsur penyusun fitin, yaitu bentuk utama fosfor yang tersimpan dalam biji. Substansi ini merupakan garam kalsium dan magnesium inositol asam heksafosfat, sedangkan fosfolipid merupakan bahan yang berperanan penting dalam mengatur permeabilitas membran sel dan pengangkutan ion (Salisbury and Ross, 1995).
       Soepardi (1983) mengemukakan peranan fosfor antara lain penting untuk pertumbuhan sel, pembentukan akar halus, dan rambut akar, memperkuat jerami agar tanaman tidak mudah rebah, memperbaiki kualitas tanaman, pembentukan bunga, buah dan biji serta memperkuat daya tahan terhadap penyakit.
       Melihat uraian di atas, makan kekurangan P pada tanaman akkan mengakibatkan berbagai hambtaan metabolisme, diantaranya dalam proses sintesis protein, yang menyebabkan terjadinya akumulasi karbohidrat dan ikatan-ikatan nitrogen. Kekurangan Fosfor pada tanaman dapat diamati secara visual, yaitu daun-daun yang tua akan mengalami kunguan atau kemerahan karena terbentuknya pigmen antosianin. Pigmen ini terbentuk karena akumulasi gula di dalam daun sebagai akibat terhambatnya sintesis protein. Gejala lain adalah nekrosis (kematian jaringan) pada pinggir atau helai dan tangkai daun, diikuti melemahnya batang dan akar tanaman.
       Proses asimilasi mencakup tiga hal yaitu, (1) fosfat anorganik diserap dan bergabung dengan molekul-molekul organik; (2) transfosforilasi; (3) fosfat atau pirofsofat dipecah lagi melaui proses hidrolisa maupun substitusi radikal organik.


BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan
                 Dari hasil-hasil yang di atas, dapat diambil suatu kesimpulan bahwa proses asimilasi mencakup tiga hal yaitu, (1) fosfat anorganik diserap dan bergabung dengan molekul-molekul organik; (2) transfosforilasi; (3) fosfat atau pirofsofat dipecah lagi melaui proses hidrolisa maupun substitusi radikal organik.
3.2  Saran
Untuk lebih memahami semua materi tentang pengaruh unsur P (organik) terhadap tanaman padi, disarankan para pembaca mencari referensi lain yang berkaitan dengan materi pada makalah ini.



DAFTAR PUSTAKA
Aleel, K.G. 2008. Phosphate Accumulation in Plant: Signaling. Plant. Physiol. 148:3-5
Embleton, T.W., W.W. Jones, C.K. Lebanauskas, and W. Reuther. 1973. Leaf Analysis as a
Diagnostic Tool and Guide to Fertilization. In W. Reather (Ed.). The Citrus Industry.  Rev. Ed. Univ. Calif .Agr. Sci. Barkely. 3:183- 210
Gardner, F.P., R.B. Pearce, and R.L. Mitchell. 1985. Physiology of Crop Plant. Alih bahasa.
            Susilo, H. 1991. UI Press. Jakarta. P. 455
Poerwowidodo. 2000. Telaah Kesuburan Tanah. Angkasa, Bandung
Rosmarkam, A. dan N. W. Yuwono. 2002. Ilmu Kesuburan Tanah. Kanisius, Yogyakarta.
Salisbury, F. B. dan C. W. Ross. 1995. Fisiologi Tumbuhan. Terjemahan D. R. Lukman dan
            Sumaryono. Penerbit ITB. Bandung.
Soepardi, G. 1983. Sifat dan Ciri Tanah. IPB. Bogor
Thompson, L.M. and F.R. Troeh. 1978. Soil and Fertility. New York, Mc Graw-Hill Book    
            Company.P. 368