Haloo...wah sunday ceria nih hehe..ceria sih tapi belom mandi wkwk. Ceriyanya hari ini aku lagi bahagia kenapaa? Ya karena lagi bahagia aja hha gaje ya. Tapi sebenernya dibalik bahagia ini aku lagi makin galo bung :-( kayaknya usia 20 rawan banget ngegalauin jodoh ya huhu. But kata mama jodoh itu ga boleh digalauin karena semua udah ditentukan-Nya. Mau deket ama siapa aja sekarang itu belom pasti jodoh kamu. Jadi yaa cerdas aja membentengi perasaan pada lawan jenis. Hoho..berat ya. Susah sih sebenernya upaya pembentengan diri itu apalagi kalo jantungmu berdebar gak selo kalo liat apa denger makhluk Allah yg kamu "suka". Oh no! This is difficult things to do keep calm and let it flow. Jadi gimana? Yaudah nunggu waktu, nunggu ketetapan Allah datang, nunggu..nunggu..nunggu apa lagi? Hikz... Susah emang buat diungkapkan. Yausudahlah ya..Sundayku jadi ternoda gegara perihal galau ini. Tapi ada satu perkataan mama yang lumayan bisa nenangin :"Siapapum dia nanti jodohmu, berdoalah semoga dia yang terbaik untukmu". Siapapun yeah siapapun. Entah itu kamu yang dekat disini atau dia yang jauh disana..maybe nobody know.
Minggu, 29 November 2015
Rabu, 25 November 2015
Beautiful Things
Dan sekali lagi ketika teringat laut dan langitmu kembali pikir ini melayang pada kenangan yang manis. Ketika kita berlari dan berpose di tepi pantai, meloncat menyambut ombak yang menggulung ke tepian. Menyapa orang-orang yang ramah dan berselendang di tepi lahan. Kita tertawa kita bersama mengagumi keindahan ciptaanNya. Ingatkah ketika kita membakar tengkong yang di temukan di pinggir jalan? Bagiku itu semua adalah hal yang sangat indah. 10 hari merajut bahagia di tanahmu, tanah sampi-sampi menarik bajak di sawah. Awal hari yang telat, mentari yang selalu malu menampakan sinarnya terlalu dini. Hari siang yang panjang semua kita isi dengan bahagia. Sarapan pagi diatas karang yang menjulang dan ombak yang menghantam ganas. Itu salah satu hari yang luar biasa bagiku. Banyak hal indah yang akan sangat panjang jika kutulis dalam lembar digital ini. Yang jelas aku sangat bersyukur pernah memiliki hari yang indah bersama denganmu. Kapan-kapan aku ingin kembali menembus hujan horizontal di jalanan Praya.
Teringat juga tentangmu, Aoki. Perkenalan yang tak terduga membawa diri pada pengalaman-pengalaman yang tak kalah manisnya. Menggerus jalanan neraka menuju surga. Tak banyak yang bisa kuceritakan dengan gamblang dalam laman ini karena semua terlalu manis sekaligus rumit.
Teringat juga tentangmu, Aoki. Perkenalan yang tak terduga membawa diri pada pengalaman-pengalaman yang tak kalah manisnya. Menggerus jalanan neraka menuju surga. Tak banyak yang bisa kuceritakan dengan gamblang dalam laman ini karena semua terlalu manis sekaligus rumit.
Minggu, 22 November 2015
Siapalah Aku
Saat marah menghampirimu, saat sedih menenggelamkanmu, saat dilema menyesatkanmu. Sesungguhnya apa yang kau butuhkan ? Sebuah pelukan ? Kata-kata yang menenangkan ? Dan bagaimana jika yang kau dapatkan justru kata-kata yang menyakitkan? Emosi yang perlahan memanas? Aku tak mengerti kenapa ketenangan kadang sukar dicari. Ketika hari berubah menjadi gelap kadang yang kau butuhkan adalah mensyukuri hidup ini. Sujud yang panjang mungkin mengantarmu menyesap kedamaian dekat dengan-Nya. Tapi hati yang lemah seringkali tak paham makna bersyukur. Hati yang dalam proses perbaikan mudah terombang-ambing dalam dilema. Tahukah kau setiap manusia memiliki saat-saat mereka dilanda kegalauan yang bisa saja berujung salah memilih jalan. Pernahkah kau menitikkan air mata ketika malam menjelang dan kau mendapati pagi yang masih dengan air mata? Aku tau manusia biasa memang rentan saling menyakiti, apalagi seseorang yang asing dalam kehidupanmu dan berandai memilikimu. Kadang aku berpikir sudah pantaskah diri ini untuk berekspresi marah pada yang lain ? Aku ini siapa ? Dan kau ini siapa? Padahal kita sama-sama manusia yang takkan pernah sempurna. Seringkali kumerasa bersalah ketika marah menggelapkan hati untuk membenci seseorang. Kadang aku merasa sangat rendah ketika perasaanku dan keberadaanku ingin diakui. Memangnya aku siapa ? Memangnya aku pantas ? Tapi perasaan-perasaan itu sering muncul ke permukaan menjadikan emosi yang berujung sedih. Disini aku merasa sangat tak adil. Egoku menyeruak ingin dimengerti tapi pikiranku berteriak untuk memahami. Kudengar sebuah perkataan bahwa wanita memiliki sembilan nafsu dan satu akal. Lalu kudengar pula pernyataan bahwa dengan satu akalnya wanita bisa mengendalikan sembilan nafsunya. Ya, aku hanya ingin percaya dan melakukan pernyataan itu dan ternyata sangat sulit. Aku berdoa semoga kuberuntung hari ini dan bisa bersyukur tiap hari.
Senin, 17 Agustus 2015
Misteri Batang yang Selalu Tumbuh Keatas dan Akar Kebawah
Sebagai mahasiswa Biologi kadang kalo ngeliat suatu fenomena di alam inyong jadi sering mikir "eh kok gitu ya ? loh kok bisa? itu gimana ya ? itu apa ya?" dan lain-lain. Inyong ngerasa sudut pandang Inyong mengenai alam semesta jadi lebih ilmiah hehe. Cara alam bekerja itu kadang bikin kita mikir keras saking ajaib dan teraturnya, tentu itu semua atas kuasa Allah SWT ya guys :) Disini Inyong punya pertanyaan :
Kenapa batang selalu tumbuh ke atas dan akar selalu tumbuh kebawah ?
Karena inyong lagi semangat mikir jadinya pertanyaan itu inyong coba jawab sedikit ya...kalo ada yg mau bertukar pikiran sumonggo diutarakan di kolom komentar nggih :)
Btw menurut inyong penjelasan dari pertanyaan itu seperti ini :
1. Karena adanya rangsangan dari luar
Rangsangan dari luar tubuh tumbuhan berupa cahaya membuat pohon
selalu tumbuh ke atas. Fototropisme, cenderung membuat tumbuhan tumbuh
vertikal mengikuti arah datangnya cahaya. Fototropisme mulanya disebut heliotrofisme
yaitu membelok ke arah matahari namun setelah diadakan penelitian lanjutan oleh
para peneliti diketahui bahwa tumbuhan tidak hanya tumbuh ke arah matahari
namun menuju ke arah datangnya sinar/cahaya. Geotropisme, dimana partikel
- partikel dari tumbuhan akan mengarah ke bawah. sehinga membuat akar akan
selalu menjulur lurus ke arah bawah. Hal tersebut tentu akan membuat batang
tumbuh lurus menuju keatas berlawan arah dengan arah tumbuh dari akar.
2
2. Karena adanya pertumbuhan yang dipicu
hormon dari dalam tubuh tumbuhan
Terdapat suatu hormon dalam tumbuhanyang mengatur pertumbuhan sel - sel tumbuhan dengan jalan berinteraksi dengan hormon-hormon lain. Hormon ini bernama Auksin. Di dalam tubuh tumbuhan yang sedang tumbuh, auksin akan bekerja di ujung pucuk batang yang masih muda. Konsentrasi auksin lebih besar pada sisi pohon yang gelap, sehingga sel-sel pada bagian itu akan tumbuh lebih cepat dibanding dengan sel-sel pada sisi yang terkena cahaya. Oleh karena itu, pohon membelok ke arah cahaya.
Terdapat suatu hormon dalam tumbuhanyang mengatur pertumbuhan sel - sel tumbuhan dengan jalan berinteraksi dengan hormon-hormon lain. Hormon ini bernama Auksin. Di dalam tubuh tumbuhan yang sedang tumbuh, auksin akan bekerja di ujung pucuk batang yang masih muda. Konsentrasi auksin lebih besar pada sisi pohon yang gelap, sehingga sel-sel pada bagian itu akan tumbuh lebih cepat dibanding dengan sel-sel pada sisi yang terkena cahaya. Oleh karena itu, pohon membelok ke arah cahaya.
3
Gravitropisme adalah pertumbuhan sel-sel tanaman karena dipengaruhi oleh gravitasi. Bila suatu benih diletakkan dalam keadaan sembarang, maka tunas akan tumbuh membengkok ke atas dan akar akan tumbuh ke bawah. Pertumbuhan akar merupakan gravitropisme positif, sedangkan pertumbuhan tunas adalah gravitropisme negatif. Gravitropisme
ini mulai terjadi setelah proses perkecambahan biji. Tumbuhan dapat membedakan
arah atas dan bawah dengan pengendapan statolit. Statolit adalah plastida khusus yang mengandung butiran pati padat dan terletak pada posisi
rendah, misalnya pada bagian tudung akar. Adanya penumpukan statolit pada akar
dapat memicu distribusi kalsium dan auksin. Namun, tanaman yang tidak memiliki
statolit pun masih dapat mengalami gravitropisme yang disebabkan kinerja sel
akar yang dapat berfungsi sebagai indera dan menginduksi perenggangan protein sel ke atas dan penekanan protein sel tanaman ke sisi bawah akar.
4
4. Selain itu pertumbuhan akar pada tumbuhan yang cenderung tumbuh ke bawah
dikakarenakan akar mencari air yang ada di tanah. Tunas tumbuh ke atas karena
tumbuhnya selalu mengikuti cahaya matahari untuk proses fotosinesis.
Sumber :
Eckerson S (1914).
"Thermotropism of roots". The University of Chicago Press.Chicago
J. Jaffe. 1973. "Thigmomorphogenesis: The response of plant growth
and development to mechanical stimulation". J. Plantae 14.
Saether N, Iversen TH.1991. “Gravitropism
and starch statoliths in an Arabidopsis mutant”. Planta 184 (4):
491–7.
Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan, jilid 3. terjemahan
Lukman DR, Sumaryono. Bandung: Penerbit ITB. Hal:114 ISBN 979-8591-37-2Senin, 03 Agustus 2015
POLA DISTRIBUSI BERUANG KUTUB ( Ursus maritimus ) KAITANNYA DENGAN EVOLUSI DAN PERUBAHAN IKLIM KUTUB UTARA
Pendahuluan
Beruang
Kutub atau beruang es ( Ursus maritimus
) adalah mamalia besar dalam Familia Ursidae. Beruang kutub termasuk spesies circumpolar yang terdapat di sekitar benua Artik dan termasuk
beruang paling karnivora di antara keluarga beruang. Beruang kutub betina biasanya akan hidup di sepanjang pantai kutub
utara, sementara beruang jantan tinggal di atas bongkahan - bongkahan es yang
terapung - apung di laut sekitar 180 mil jauhnya dari pantai (DeMaster &
Stirling, 1981)
Beruang
kutub bergantung hampir sepenuhnya pada lingkungan laut es laut untuk
kelangsungan hidup mereka sehingga perubahan skala besar di habitatnya akan
berdampak bagi kehidupan mereka (Derocher et al. 2004). Perubahan iklim global
memiliki sebuah ancaman besar terhadap habitat beruang kutub. Peencatatan
tingkat pemanasan global terbaru memprediksi akan terjadi penurunan bongkahan
es secara dramatis dalam selama 50-100 tahun ke depan (Hassol 2004). Laut es
telah menurun drastis selama setengah abad terakhir. Penurunan tambahan akan
terjadi kira-kira 10-50% dari es laut tahunan diperkirakan akan terjadi pada
tahun 2100 (Derocher et al. 2004).
Sementara
semua spesies beruang lain telah menunjukkan kemampuan beradaptasi dalam
menghadapi lingkungan dan lingkungan mereka, beruang kutub sangat
terspesialisasi untuk hidup di lingkungan laut Artik. Beruang kutub tidak dapat
beradaptasi dengan periode iklim yang lebih hangat dari suhu maksimum yang
mampu mereka tolerir. Karena waktu generasi panjang dan kecepatan pemanasan
global yang tinggi, tampaknya tidak mungkin beruang kutub akan dapat
beradaptasi dengan tren pemanasan di kutub utara saat ini. Jika tren iklim yang
memanas terus naik maka beruang kutub mungkin bisa punah dari dalam 100 tahun
ini (Derocher et al. 2004).
Faktor
selain pemanasan global yang berpengaruh dalam keberlangsungan hidup beruang
kutub adalah factor tekanan dari penduduk sekitar arktik seperti masuknya
kontaminan beracun dari industri pertambangan minyak dan perburuan liar.
1.
Deskripsi
A.
Morfologi dan Adaptasi
Beruang
kutub jantan memiliki berat antara 400 - 600 kilogram dan kadang-kadang dapat
mencapai lebih dari 800 kg dengan tinggi mencapai lebih dari 2,5 meter.
Sedangkan Beruang kutub betina hanya separuh dari berat beruang jantan dengan
berat antara 200 - 300 kg dan tinggi sekitar 2 meter. Beruang kutub memiliki
indera penciuman yang sangat tajam. mereka dapat mencium bau bangkai ikan paus
atau anjing laut dari jarak 20 mil.
Beruang kutub adalah perenang yang handal karena dapat berenang sejauh 60 mil tanpa berhenti. Mereka menggunakan tungkai depannya untuk berenang dan tungkai belakang sebagai kemudi. Dengan mata dan lubang hidung yang terbuka, mereka dapat menyelam dengan baik dan mampu bertahan dua menit di dalam air. Saat naik ke darat, mereka akan mengibaskan tubuhnya hingga air tidak menempel di bulu. Cakar pada kaki beruang kutub membantu mereka agar tidak terpeleset di es. Kelenjar minyak pada kulitnya dapat meminyaki bulunya dengan baik sehingga tahan air dan membuat tubuhnya tetap kering selama berenang.
Pada musim panas di kutub utara terutama pada bulan Mei - Juni, bulu - bulu beruang yang tebal mulai rontok untuk menjaga suhu tubuh tetap stabil ( Kolenosky et al. 1992 ).
Beruang kutub adalah perenang yang handal karena dapat berenang sejauh 60 mil tanpa berhenti. Mereka menggunakan tungkai depannya untuk berenang dan tungkai belakang sebagai kemudi. Dengan mata dan lubang hidung yang terbuka, mereka dapat menyelam dengan baik dan mampu bertahan dua menit di dalam air. Saat naik ke darat, mereka akan mengibaskan tubuhnya hingga air tidak menempel di bulu. Cakar pada kaki beruang kutub membantu mereka agar tidak terpeleset di es. Kelenjar minyak pada kulitnya dapat meminyaki bulunya dengan baik sehingga tahan air dan membuat tubuhnya tetap kering selama berenang.
Pada musim panas di kutub utara terutama pada bulan Mei - Juni, bulu - bulu beruang yang tebal mulai rontok untuk menjaga suhu tubuh tetap stabil ( Kolenosky et al. 1992 ).
Beruang
kutub mempunyai rambut putih dan lembut. Rambut beruang kutub bening, alias
tidak berwarna. Warna putih yang terlihat oleh mata kita hanyalah pantulan dari
lingkungannya (salju) yang putih. Beruang kutub memiliki rambut yang
bening berguna untuk kamuflase, dengan tidak berwarnanya rambut beruang kutub,
penyerapan radiasi matahari yang sangat kecil di daerah kutub menjadi sangat
efisien. Dengan rambut yang tidak berwarna, rambut beruang kutub menjadi
bersifat fiber optik, yang artinya radiasi matahari akan langsung diteruskan ke
kulit sehingga sangat mudah diserap kulit ( Lentfer, 1972 ).
Kulit
beruang kutub juga teradaptasi pada kondisi lingkungan yang ekstrim. Dibawah
kulit tersimpan lapisan lemak coklat dengan ketebalan ±10 cm. Lemak yang
berwarna gelap ini akan menangkap radiasi lebih banyak daripada lemak yang
umumnya berwarna putih atau kuning, dan kemudian radiasi tersebut disimpan
hingga akan diubah menjadi energi (panas) oleh metabolisme tubuh beruang kutub
( Lentfer, 1972 ).
B.
Reproduksi
Musim
semi adalah saat beruang kutub mencari pasangan. Aktivitas tertinggi biasanya
terjadi sekitar bulan April. Beruang kutub jantan mencari beruang kutub betina.
Beruang kutub betina biasanya beranak setiap tiga tahun sekali. Pada bulan
Oktober dan November, beruang kutub menggali liang di salju atau tundra. Liang
biasanya terletak di lereng menghadap selatan, angin dari utara menyebabkan
gundukan salju yang sangat besar. Liang digunakan beruang kutub betina untuk
melahirkan anaknya. Beruang kutub biasanya melahirkan bayi kembar. Biasanya
berjumlah 2. Bayi beruang kutub lahir pada bulan November atau Desember.
Bayi-bayi ini akan keluar dari liang untuk pertama kalinya pada bulan Maret atau
April. Mereka akan tetap tinggal bersama induknya selama 28 bulan untuk mempelajari
cara bertahan hidup (Derocher & Stirling, 1995 )
C.
Migrasi
Beruang
kutub melakukan migrasi mengikuti musim dingin dan panas kutub. Beruang kutub
melakukan perjalanan sepanjang tahun dalam rentang jumlah individu tertentu
dalam kelompok. Jumlah anggota kelompok bervariasi antara individu tergantung
pada akses ke makanan, pasangan, dan sarang. Beruang kutub menjalani migrasi
musiman, mengikuti gerakan es. Beberapa beruang lebih memilih untuk tetap
berada di tepi es sepanjang tahun membuat migrasi luas pasang dan surut es. Di
pantai selatan Teluk Hudson, beberapa beruang pindah ke daratan ketika musim
panas dan menyebar kembali di atas es ketika musim dingin. Beruang kutub mampu
bepergian 30 km (19 mil) atau lebih perhari selama beberapa hari. Satu beruang
kutub dilacak bepergian 80 km (50 mil.) Dalam 24 jam. Beruang kutub lain
perjalanan 1.119 km (695 mil) dalam satu tahun (Derocher & Stirling, 1995 )
1.
Distribusi
Beruang
kutub dilaporkan hanya ditemukan di kutub utara pada wilayah 88° lintang utara
pada daerah paparan kontinen es. Kisaran
selatan beruang kutub dibatasi oleh jumlah laut es yang terbentuk di musim
dingin. Beruang kutub melakukan perjalanan di laut es untuk berburu anjing laut
Beruang kutub hidup di seluruh perairan tertutup es dari sirkumpolar Arktik,
dan jangkauan mereka dibatasi oleh batas selatan laut es. Beruang kutub dapat
berburu sepanjang tahun. Namun, di daerah-daerah di mana es laut mencair
sepenuhnya setiap musim panas, beruang kutub terpaksa menghabiskan beberapa
bulan di darat berhibernasi pada cadangan lemak disimpan sampai wilayah mereka
kembali membeku (Garner et al. 1994a ).
Spesies
ini ditemukan di Kanada (Manitoba, Newfoundland, Labrador, Nunavut, Northwest
Territories, Quebec, Wilayah Yukon, Ontario), Greenland / Denmark, Norwegia
(termasuk Svalbard), Federasi Rusia (Eropa Utara Rusia, Siberia, Chukotka,
Sakha (Yakutia ), Krasnoyarsk), Amerika Serikat (Alaska). Juga sesekali
mencapai Islandia (Amstrup et al. 2000b )
A.
Kemampuan Dispersal
Beruang
kutub merupakan hewan circumpolar sehingga persebarannya hanya terbatas pada
wilayah kutub saja. Beruang kutub menempati niche kutub utara karena
memungkinkannya untuk mencari mangsa berupa walrus serta ikan. Sedangkan di
wilayah kutub selatan tidak terdapat walrus yang merupakan mangsa utama beruang
kutub. Beruang kutub memangsa hewan akuatik sebagaimana wilayah kutub utara
yang pada dasarnya merupakan lautan yang membeku sedangkan kutub selatan merupakan
daratan yang membeku (Amstrup et al. 2000b ).
Beruang
kutub merupakan hewan endemisme yang mempunyai pola distribusi terbatas pada
daerah garis 88° lintang utara. Hewan ini tidak mampu berdispersal ke wilayah
lain dikarenakan keterbatasan fungsi fisiologis hewan yaitu sempitnya kisaran
toleransi suhu yang sempit yang memungkinkan hanya dapat bertahan pada kisaran
suhu -37°C (Stirling, 1988). Wilayah lain yang mempunyai kisaran suhu tersebut
adalah kuttub selatan akan tetapi terdapat barrier berupa wilayah diantara
kedua kutub tersebut yang memiliki suhu lebih tinggi yang tidak dapat diatasi
oleh beruang kutub.
Hal
ini sejalan dengan pndapat Darwin yang menyatakan bahwa spesies muncul di
pusat-pusat tunggal dengan keturunan merupakan modifikasi dari spesies yang ada,
dan bahwa jangkauan geografis mereka dibatasi oleh kemampuan mereka untuk
bermigrasi ke lingkungan lain yang cocok (Garner et al. 1994b )
B.
Perubahan Pola Distribusi
Studi evolusi menunjukkan bahwa beruang kutub
berevolusi dari beruang coklat selama zaman es. Beruang kutub tertua ditemukan
fosil tulang rahang yang ditemukan di Svalbard, diperkirakan beruang tersebut
hidup pada sekitar 110.000 sampai 130.000 tahun yang lalu. DNA perbandingan
menunjukkan spesies mungkin telah membagi setidaknya 150.000 tahun yang lalu,
dan mungkin lebih lama. Itu merupakan waktu beruang kutub pertama kali muncul
sebagai spesies penting karena akan merespon perubahan keadaan laut es (Kurten,
1964).
Beberapa
waktu selama periode pertengahan Pleistosen hingga akhir Pleistosen (sekitar
100.000 hingga 250.000 tahun yang lalu), sejumlah beruang coklat (Ursos arctos) yang hidup di wilayah
dengan suhu nonekstrim terisolasi oleh gletser yang terjadi. Banyak yang tewas
di atas es; Namun, mereka tidak semua menghilang. Beberapa selamat karena fakta
bahwa organisme bervariasi (Gould, 1977) yaitu, setiap individu dari beruang
memiliki variasi ketebalan mantel, warna bulu, dll, Beruang yang selamat dari
proses perubahan lingkungan ini akan menyesuaikan dengan lingkungan barunya
berupa gletser yang ekstrim. Hingga terjadi perubahan fisiologis dan morfologi
berupa menumpuknya lapisan lemak, berubahnya warna bulu dan mekanisme
fisiologis lainnya (Kurten 1964).
C.
Potensi Perubahan Distribusi di
masa Depan
Meskipun
diketahui bahwa beruang kutub merupakan spesies yang berasal dari beruang
coklat (Ursos arctos) purba yang
dapat hidup di wilayah nonekstrim permukaan bumi sebelum periode pleistosen dan
sekarang berevolusi menjadi beruang kutub ( Ursus
maritimus ) yang hidup pada wilayah ekstrim dengan berbagai modifikasi
bentuk akibat evolusi, namun untuk potensi proses evolusi berjalan searah tidak
terjadi secara reversibel. Sehingga beruang kutub yang telah tercipta sekarang
tidak akan berubah kembali menjadi seperti beruang coklat purba meskipun terjadi
pemanasan global yang kemungkinan akan mengakibatkan perubahan iklim terutama
iklim di kutub menjadi daerah beriklim nonekstrim. Tetapi terdapat kemungkinan
bahwa spesies Ursus maritimus dapat
berevolusi menjadi spesies lain yang baru jika terdapat anggota Ursus maritimus mampu bertahan dari
perubahan iklim yang mungkin akan terjadi di masa depan dan akan mengolonisasi
wilayah baru yang terbentuk.
Daftar Pustaka
Amstrup, S.C., J.J.
Truett and S.R. Johnson 2000a. Polar
Bear. The natural history of an Arctic oilfield: development and the biota.
Academic Press, Inc. New York. Pp. 133-157
Amstrup, S.C., G.M.
Durner, I. Stirling, N.J. Lunn, and F. Messier. 2000b. Movements and
distribution of polar bears in the Beaufort Sea. Canadian Journal of Zoology.78:948–66
DeMaster,
D.P. and I. Stirling. 1981. Ursus
maritimus. Polar bear. Mammalian
Species 145:1–7
Derocher, A.E. and
I. Stirling. 1995. Temporal variation in reproduction and body mass of polar
bears in Western Hudson Bay. Canadian
Journal of Zoology 73:1657–65.
Derocher, A.E.,
N.J. Lunn, and I. Stirling. 2004. Polar bears in a warming climate. Integrative
and Comparative Biology Canadian Journal
of Zoology 44:163-176.
Garner, G.W., S.C.
Amstrup, I. Stirling, and S.E. Belikov. 1994a. Habitat considerations for polar bears in the North Pacific Rim. Transactions of the North American Wildlife
and Natural Resources Conference 59:111–20
Garner, G.W, S.E.
Belikov, M.S. Stishov, V.G. Barnes Jr., and S.M. Arthur. 1994b. Dispersal
patterns of maternal polar bears from the denning concentration on Wrangel
Island. International Conference on Bear
Research and Management 9:401-410.
Gould, S. J. 1977. Ever
Since Darwin. W. W. Norton. New York.
Hassol, S.J. 2004. Impacts of a warming Arctic. Arctic Climate
Impact Assessment. Cambridge University Press, Cambridge, UK.
Kolenosky, G.B.,
K.F. Abraham, and C.J. Greenwood. 1992.
Polar bears of southern Hudson Bay. Ontario Ministry of Natural Resources.
Canada. Pp. 1984–1988
Kurten,
B. 1964. The evolution of the polar bear, Ursus
maritimus (Phipps). Acta Zoologica
Fennica 108:1-26
Lentfer, J.W. 1972.
Polar bear-sea ice relationships. in
Bears: their biology and management. Morges. Switzerland. Pages 165-171
Stirling,
I. 1988. Polar Bears. University of
Michigan Press. Michigan. USA. Pp. 220
Note : tulisan ini dibuat sebagai tugas term paper mata kuliah biogeografi. Semoga bermanfaat :)
Minggu, 05 Juli 2015
Sesak Napas Gejala Gagal Jantung
Dapat pencerahan dari radio (lupa namanya wkk) ni gaess... little thing about Sesak Napas. Cekidot...
Sesak napas merupakan gejala yang biasa ditemukan pada penderita gagal jantung. Sesak merupakan akibat dari masuknya cairan ke dalam rongga udara di paru-paru
(kongesti pulmoner atau edema pulmoner). Pada stadium awal dari gagal jantung, penderita merasakan sesak napas hanya selama
melakukan aktivitas fisik. Sejalan dengan memburuknya penyakit sesak akan
terjadi ketika penderita melakukan aktivitas yang ringan, bahkan ketika
penderita sedang beristirahat (tidak melakukan aktivitas). Sebagian besar penderita merasakan sesak nafas etika sedang berada dalam
posisi berbaring karena cairan mengalir ke jaringan paru-paru. Jika duduk, gaya
gravitasi menyebabkan cairan terkumpul di dasar paru-paru dan sesak akan
berkurang.Sesak nafas pada malam hari (nokturnal dispneu) adalah sesak yang terjadi pada
saat penderita berbaring di malam hari dan akan hilang jika penderita duduk
tegak.
But, in the fact, sesak napas tidak hanya terjadi pada penyakit jantung; penderita penyakit
paru-paru, penyakit otot-otot pernafasan atau penyakit sistem saraf yang
berperan dalam proses pernapasan juga bisa mengalami sesak napas.Setiap penyakit yang mengganggu keseimbangan antara persediaan dan permintaan
oksigen bisa menyebabkan sesak napas (misalnya gangguan fungsi pengangkutan
oksigen oleh darah pada anemia atau meningkatnya metabolisme tubuh pada
hipertiroidisme).
Minggu, 15 Maret 2015
Kunjungan ke Desa Binaan Kalirejo
Jadi ceritanya tanggal 14 Maret 2015 kami ( aku dan teman-teman BEM Biologi UGM -selanjutnya sebut saja pasukan desbin- ) abis berkunjung ke desa binaan kami yaitu Desa Kalirejo di Kulonprogo. Tujuan kunjungan kami adalah menjalin kembali kerjasama yang kami inisiasi tahun lalu, mengobservasi keadaan desa dan menjelajah ke dusun baru. Desa Kalirejo merupakan desa paling barat di Kabupaten Kulonprogo yang mempunyai 9 dusun. Dusun yang pernah kami singgahi adalah dusun Papak dan Sangon. Duluuu kami sempat mengadakan acara hari biodiversitas dan live in di tempat warga.
Ok, introducenya enough yaa, sekarang ane mau cerita perjalanan suci kami. Yuk disimak :)
Perjalanan dimulai pukul 09.30 waktu setempat, padahal rencana awal yaitu jam 09.00 tapi harap dimaklumi ya sodara-sodara kebanyakan teman-teman pada terinfeksi virus ngaret :v Well, kami berangkat ke arah Monjali, melewati UTY dan seterusnya ( kagak hapal rute, bu.... wkwk ). Yang asyik nih ya guys jalanan menuju Kalirejo itu mendaki bukit melewati lembah :) Daaan yang spesial kami melintasi jalanan seputar Suaka Margasatwa Sermo coy. Udara sejuk bikin adem pikiran dan hijaunya pepohonan sungguh memanjakan mata yang mulai sumpek menatapi panduan praktikum mhuehehe. Pokoknya keren guys, apalagi ane boncengers jadi leluasa menjajaki pemandangan ciptaan Allah yang luar biasa. Ini ada dua potong view yg ane jepret dari atas motor coy.
Akhirnya sekitar pukul 11.00 sampailah kami di depan kantor desa Kalirejo. Keadaan cukup sunyi hanya terdapat beberapa orang ganteng di atas genteng ( baca : masang genteng ). Ini nih suasana pasukan desbin ketika baru sampe di TKP. Muka-muka capek dan laparnya keliatan kan ? hehe
Daripada terus - menerus menatapi bangunan yang diam membisu, Mbak Miswiti ( baca : Miswati ) selaku ketua pasukan pun mulai menggagas gerakan mencari dusun baru alias "Village hunting". Tak lama berkendara kami menemukan dusun yang belum kami jamah sebelumnya. Dusun tersebut bernama Kalibuko. Nah, berkat petunjuk dari seorang warga, kami dapat bertemu dengan ibu dan bapak kepala dusun Kalibuko 2.
Jadi ceritanya gini, Dusun Kalibuko itu ada dua yaitu Kalibuko 1 dan Kalibuko 2 dengan garis perbatasan dusun yang rumit. Mata pencaharian utama penduduk adalah petani gula kristal. Dusun ini bahkan sudah mempunyai sanggar gula Kristal yang dikelola oleh Bapak Suparno, sayangnya kami tak sempat bertemu dengan beliau. Selain bermatapencaharian sebagai petani gula kristal, beberapa warga juga ada yang beternak ayam dan berkebun. Ada juga petani kakao ( Theobroma cacao ) namun kakao di dusun ini sering gagal panen karena ada sejenis hama yang menyebabkan isi kakao menjadi keras dan cepat busuk. Jadi warga yang mempunyai pohon-pohon kakao ini membiarkan tanamannya tumbuh tak terurus karena hasil kakaonya yang tidak bagus. Padahal dalam satu kebun terdapat banyak pohon kakao. Sementara petani gula kristal selama ini belum ada keluhan mengenai adanya hama yang menyerang tanaman kelapa mereka.
Ini foto pas kami lagi bercuap-cuap bareng pak kadus ( duh lupa nama aslinya hehe, maapkeun )
Kami diajak bapak dan ibu kadus serta dua buah hati mereka yang unyu-unyu keliling kebun kepunyaan beliau. Disini kami melihat memang sebagian besar buah kakao menghitam pertanda sudah terinfeksi hama. Kebunnya luas banget guys, bertingkat-tingkat gitu, jadi kangen kebun di rumah :( hikz. Btw sayang banget guys, padahal banyak loh pohonnya dan ane pikir itu bisa menjadi komoditas yang menguntungkan bila si hama bisa ditangani. Oleh karena itu kami berinisiatif mengambil sampel beberapa kakao yang diduga sudah terinfksi hama tersebut untuk ditanyakan sama dosen. Ini buat sobat yang pengin tau penampakan kakao yang terinfeksi.
Serem guys, kayak kena cacar ieuwh :O
Siang mulai menjelang setelah kami berkelana di sekitar kebun kakao pak kadus dan langit makin gelap pertanda rintik hujan yang sebentar lagi turun. Akhirnya kami berpamitan kembali ke Jogja istimewa. Daaan dalam perjalanan pulang kami mampir ke Waduk Sermo dan Kalibiru. Ceritanya di postingan selanjutnya aja yaak hehe.
Ohya di tepi jalan pas pulang ane sempet liat warung yang jualan gula kristal itu guys, ini nih buktinya.
Jadi ini kunjungan perdana BEM Biologi ke desa binaan kami di Kalirejo. Untuk selanjutnya semoga bisa berkelanjutan dan bermanfaat baik bagi kami mahasiswa yang sedang dilanda praktikum maupun desa Kalirejo :)
Langganan:
Postingan (Atom)
