Jumat, 14 Februari 2014

Pagi Penuh Debu Part 1

Yogyakarta, 13 Februari 2014 12.23 AM
Rimm, gunung Kelud Meletus ya gimana kabar Jogja ?
Bunyi sms temenku, Azmi. Saat aku membacanya aku masih berada diantara dua dunia, ya dunia mimpi dan dunia nyata -_- Saat itu responku Cuma membaca dan membuang meletakan kembali si Hp di tempatnya dengan kesadaran yang hanya 27%.
Jam 05.05 WIB
Uaaaawgh…aku bangun dengan damainya dari mimpi absurdku. Kulangkahkan kaki dengan semangat 2014 untuk berwudhu dan sholat subuh dengan setengah tidur khusyu B). Pikiranku pagi itu ada 2 :
1. Nyuci baju
2. Makan rendang
Karena pakaian kotor sudah numpuk kuputuskan untuk menyuci di pagi hari.

Pada saat itu aku sempet ngerasa janggal, ini kok sudah jam 6 kurang seperempat masih gelap gulita ya ? apa jamku mati yak ? coba lilirik jam tangan dan jam di hp ku “loh bener jamnya udah siang o_O ini kenape jam pada error gini ? gitu pikirku. Ah yasudah biarin. Aku tetap melanjutkan acara cuci-menyuciku. Tiba-tiba mbak kosku datang dengan masih pake mukena dan ekspresi wajah kayak orang abis ngeliat batu bisa nyanyi. “Hey Riiimm ! masa jalan ada abu semua ya, ini kenapa, masa bisa gitu, blab la bla” ceracaunya. Dan tiba-tiba da kalimat ajaib keluar dari mulutku “Sudah gak usah panik mbak, gunung Kelud meletus” ( aku ga tau dapat kalimat ini darimana haha mungkin alam bawah sadarku ingat sama sms temenku yang kubaca dengan kesadaran 27% itu ) setelah itu kami menyaksikan pemandangan yang baru pertama kulihat seumur-umur. Wow langitnya soswit bingiit oranye gimanaaa gitu, jalanan berwarna putih pucat, genteng-genteng juga berwarna putih pucat. Seketika aku membayangkan rumah-rumah tembok beton itu adalah rumah-rumah roti dan coklat ala dunia Hansel and Greetel  ( haaha ).

 Dan sedetik kemudian aku kembali ke dunia nyata dengan melihat kenyataan pahit ( baca : tumpukan baju kotor ) akhirnya kulanjutkan lagi menyuci sambil membayangkan saat itu aku sedang di Blitar lagi lari-lari mengungsi dengan wajah dan pakaian penuh debu. Hikz  aku benci bencana tapi bencana adalah rencana. Jika yang diatas sudah bertitah mau tak mau kita harus pasrah namun tetap tabah.
Ya, diatas itu sekelumit cerita tentang reaksi melihat abu vulkanik.
Setelah mencuci aku cek hp dan sudah banyak sms yang mengabarkan batuknya si Kelud. Gunung Kelud yang terletak di kecamatan Talun, Kabupaten Bliitar, Jawa Timur meletus jam 22.55 WIB  tanggal 13 Februari 2014. Erupsinya sendiri mencapai  puluhan kilometer. Material padat yang dimuntahkan berupa kerikil dan abu vulkanik serta material cair berupa lava pijar. Kilat yang menyala-nyala juga turut menghasi langit Blitar. Namun menurut tempo.co.id menjelang subuh sambaran kilat mulai mereda. Bunyi geluduk juga terdengar sampai Yogyakarta eerr sereem.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar