Minggu, 29 November 2015

Kata Mama Tentang Jodoh

Haloo...wah sunday ceria nih hehe..ceria sih tapi belom mandi wkwk. Ceriyanya hari ini aku lagi bahagia kenapaa? Ya karena lagi bahagia aja hha gaje ya. Tapi sebenernya dibalik bahagia ini aku lagi makin galo bung :-(  kayaknya usia 20 rawan banget ngegalauin jodoh ya huhu. But kata mama jodoh itu ga boleh digalauin karena semua udah ditentukan-Nya. Mau deket ama siapa aja sekarang itu belom pasti jodoh kamu. Jadi yaa cerdas aja membentengi perasaan pada lawan jenis. Hoho..berat ya. Susah sih sebenernya upaya pembentengan diri itu apalagi kalo jantungmu berdebar gak selo kalo liat apa denger makhluk Allah yg kamu "suka". Oh no! This is difficult things to do keep calm and let it flow. Jadi gimana? Yaudah nunggu waktu, nunggu ketetapan Allah datang, nunggu..nunggu..nunggu apa lagi? Hikz... Susah emang buat diungkapkan. Yausudahlah ya..Sundayku jadi ternoda gegara perihal galau ini. Tapi ada satu perkataan mama yang lumayan bisa nenangin :"Siapapum dia nanti jodohmu, berdoalah semoga dia yang terbaik untukmu". Siapapun yeah siapapun. Entah itu kamu yang dekat disini atau dia yang jauh disana..maybe nobody know. 

Rabu, 25 November 2015

Beautiful Things

Dan sekali lagi ketika teringat laut dan langitmu kembali pikir ini melayang pada kenangan yang manis. Ketika kita berlari dan berpose di tepi pantai, meloncat menyambut ombak yang menggulung ke tepian. Menyapa orang-orang yang ramah dan berselendang di tepi lahan. Kita tertawa kita bersama mengagumi keindahan ciptaanNya. Ingatkah ketika kita membakar tengkong yang di temukan di pinggir jalan? Bagiku itu semua adalah hal yang sangat indah. 10 hari merajut bahagia di tanahmu, tanah sampi-sampi menarik bajak di sawah. Awal hari yang telat, mentari yang selalu malu menampakan sinarnya terlalu dini. Hari siang yang panjang semua kita isi dengan bahagia. Sarapan pagi diatas karang yang menjulang dan ombak yang menghantam ganas. Itu salah satu hari yang luar biasa bagiku. Banyak hal indah yang akan sangat panjang jika kutulis dalam lembar digital ini. Yang jelas aku sangat bersyukur pernah memiliki hari yang indah bersama denganmu. Kapan-kapan aku ingin kembali menembus hujan horizontal di jalanan Praya.
Teringat juga tentangmu, Aoki. Perkenalan yang tak terduga membawa diri pada pengalaman-pengalaman yang tak kalah manisnya. Menggerus jalanan neraka menuju surga. Tak banyak yang bisa kuceritakan dengan gamblang dalam laman ini karena semua terlalu manis sekaligus rumit.

Minggu, 22 November 2015

Siapalah Aku

Saat marah menghampirimu, saat sedih menenggelamkanmu, saat dilema menyesatkanmu. Sesungguhnya apa yang kau butuhkan ? Sebuah pelukan ? Kata-kata yang menenangkan ? Dan bagaimana jika yang kau dapatkan justru kata-kata yang menyakitkan? Emosi yang perlahan memanas? Aku tak mengerti kenapa ketenangan kadang sukar dicari. Ketika hari berubah menjadi gelap kadang yang kau butuhkan adalah mensyukuri hidup ini. Sujud yang panjang mungkin mengantarmu menyesap kedamaian dekat dengan-Nya. Tapi hati yang lemah seringkali tak paham makna bersyukur. Hati yang dalam proses perbaikan mudah terombang-ambing dalam dilema. Tahukah kau setiap manusia memiliki saat-saat mereka dilanda kegalauan yang bisa saja berujung salah memilih jalan. Pernahkah kau menitikkan air mata ketika malam menjelang dan kau mendapati pagi yang masih dengan air mata? Aku tau manusia biasa memang rentan saling menyakiti, apalagi seseorang yang asing dalam kehidupanmu dan berandai memilikimu. Kadang aku berpikir sudah pantaskah diri ini untuk berekspresi marah pada yang lain ? Aku ini siapa ? Dan kau ini siapa? Padahal kita sama-sama manusia yang takkan pernah sempurna. Seringkali kumerasa bersalah ketika marah menggelapkan hati untuk membenci seseorang. Kadang aku merasa sangat rendah ketika perasaanku dan keberadaanku ingin diakui. Memangnya aku siapa ? Memangnya aku pantas ? Tapi perasaan-perasaan itu sering muncul ke permukaan menjadikan emosi yang berujung sedih.  Disini aku merasa sangat tak adil. Egoku menyeruak ingin dimengerti tapi pikiranku berteriak untuk memahami. Kudengar sebuah perkataan bahwa wanita memiliki sembilan nafsu dan satu akal. Lalu kudengar pula pernyataan bahwa dengan satu akalnya wanita bisa mengendalikan sembilan nafsunya. Ya, aku hanya ingin percaya dan melakukan pernyataan itu dan ternyata sangat sulit. Aku berdoa semoga kuberuntung hari ini dan bisa bersyukur tiap hari.