Sebagai mahasiswa Biologi kadang kalo ngeliat suatu fenomena di alam inyong jadi sering mikir "eh kok gitu ya ? loh kok bisa? itu gimana ya ? itu apa ya?" dan lain-lain. Inyong ngerasa sudut pandang Inyong mengenai alam semesta jadi lebih ilmiah hehe. Cara alam bekerja itu kadang bikin kita mikir keras saking ajaib dan teraturnya, tentu itu semua atas kuasa Allah SWT ya guys :) Disini Inyong punya pertanyaan :
Kenapa batang selalu tumbuh ke atas dan akar selalu tumbuh kebawah ?
Karena inyong lagi semangat mikir jadinya pertanyaan itu inyong coba jawab sedikit ya...kalo ada yg mau bertukar pikiran sumonggo diutarakan di kolom komentar nggih :)
Btw menurut inyong penjelasan dari pertanyaan itu seperti ini :
1. Karena adanya rangsangan dari luar
Rangsangan dari luar tubuh tumbuhan berupa cahaya membuat pohon
selalu tumbuh ke atas. Fototropisme, cenderung membuat tumbuhan tumbuh
vertikal mengikuti arah datangnya cahaya. Fototropisme mulanya disebut heliotrofisme
yaitu membelok ke arah matahari namun setelah diadakan penelitian lanjutan oleh
para peneliti diketahui bahwa tumbuhan tidak hanya tumbuh ke arah matahari
namun menuju ke arah datangnya sinar/cahaya. Geotropisme, dimana partikel
- partikel dari tumbuhan akan mengarah ke bawah. sehinga membuat akar akan
selalu menjulur lurus ke arah bawah. Hal tersebut tentu akan membuat batang
tumbuh lurus menuju keatas berlawan arah dengan arah tumbuh dari akar.
2
2. Karena adanya pertumbuhan yang dipicu
hormon dari dalam tubuh tumbuhan
Terdapat suatu hormon dalam tumbuhanyang mengatur pertumbuhan sel - sel tumbuhan dengan jalan berinteraksi dengan hormon-hormon lain. Hormon ini bernama Auksin. Di dalam tubuh tumbuhan yang sedang tumbuh, auksin akan bekerja di ujung pucuk batang yang masih muda. Konsentrasi auksin lebih besar pada sisi pohon yang gelap, sehingga sel-sel pada bagian itu akan tumbuh lebih cepat dibanding dengan sel-sel pada sisi yang terkena cahaya. Oleh karena itu, pohon membelok ke arah cahaya.
Terdapat suatu hormon dalam tumbuhanyang mengatur pertumbuhan sel - sel tumbuhan dengan jalan berinteraksi dengan hormon-hormon lain. Hormon ini bernama Auksin. Di dalam tubuh tumbuhan yang sedang tumbuh, auksin akan bekerja di ujung pucuk batang yang masih muda. Konsentrasi auksin lebih besar pada sisi pohon yang gelap, sehingga sel-sel pada bagian itu akan tumbuh lebih cepat dibanding dengan sel-sel pada sisi yang terkena cahaya. Oleh karena itu, pohon membelok ke arah cahaya.
3
Gravitropisme adalah pertumbuhan sel-sel tanaman karena dipengaruhi oleh gravitasi. Bila suatu benih diletakkan dalam keadaan sembarang, maka tunas akan tumbuh membengkok ke atas dan akar akan tumbuh ke bawah. Pertumbuhan akar merupakan gravitropisme positif, sedangkan pertumbuhan tunas adalah gravitropisme negatif. Gravitropisme
ini mulai terjadi setelah proses perkecambahan biji. Tumbuhan dapat membedakan
arah atas dan bawah dengan pengendapan statolit. Statolit adalah plastida khusus yang mengandung butiran pati padat dan terletak pada posisi
rendah, misalnya pada bagian tudung akar. Adanya penumpukan statolit pada akar
dapat memicu distribusi kalsium dan auksin. Namun, tanaman yang tidak memiliki
statolit pun masih dapat mengalami gravitropisme yang disebabkan kinerja sel
akar yang dapat berfungsi sebagai indera dan menginduksi perenggangan protein sel ke atas dan penekanan protein sel tanaman ke sisi bawah akar.
4
4. Selain itu pertumbuhan akar pada tumbuhan yang cenderung tumbuh ke bawah
dikakarenakan akar mencari air yang ada di tanah. Tunas tumbuh ke atas karena
tumbuhnya selalu mengikuti cahaya matahari untuk proses fotosinesis.
Sumber :
Eckerson S (1914).
"Thermotropism of roots". The University of Chicago Press.Chicago
J. Jaffe. 1973. "Thigmomorphogenesis: The response of plant growth
and development to mechanical stimulation". J. Plantae 14.
Saether N, Iversen TH.1991. “Gravitropism
and starch statoliths in an Arabidopsis mutant”. Planta 184 (4):
491–7.
Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan, jilid 3. terjemahan
Lukman DR, Sumaryono. Bandung: Penerbit ITB. Hal:114 ISBN 979-8591-37-2
Tidak ada komentar:
Posting Komentar